PT Bekasi Fajar Industrial Estate Tbk (BEFA) menetapkan target marketing sales sebesar Rp 600 miliar untuk tahun berjalan.

Emiten pengembang kawasan industri ini berkomitmen menjaga pertumbuhan pendapatan berulang secara stabil.

in1

>>> Sarah Sechan Ungkap Rahang Bergeser Akibat Kebiasaan Tidur, Ubah Gaya Bicara

Perseroan membidik sektor pergudangan dan logistik, barang konsumen, makanan dan minuman, serta pusat data.

Manajemen menyatakan tetap fokus mengembangkan bisnis kawasan industri di tengah dinamika ekonomi dan geopolitik global.

Langkah ini diwujudkan melalui kelanjutan pengembangan kawasan BeFa MM2100, termasuk Cluster Data Center untuk memenuhi kebutuhan industri berteknologi tinggi.

Optimalkan Lahan dan Infrastruktur

Perseroan juga mengoptimalkan pemanfaatan lahan melalui pengembangan segmen komersial. Proyek BeFa Industrial Hub menawarkan bangunan pabrik standar multiguna sebagai sumber pendapatan baru.

Pengembangan fasilitas dan infrastruktur di Kawasan Industri MM2100 Bekasi terus berjalan. Manajemen optimistis permintaan terhadap kawasan industri profesional yang terintegrasi akan meningkat.

Konektivitas kawasan diproyeksikan meningkat karena dilintasi proyek Jalan Tol JORR II Cibitung–Cilincing.

Kawasan MM2100 juga mendapat imbas positif dari proyek LRT, Tol Jakarta-Cikampek Selatan, serta perluasan Pelabuhan Tanjung Priok dan Pelabuhan Patimban.

Kinerja Keuangan Membaik

Kinerja keuangan perseroan menunjukkan perbaikan signifikan pada kuartal pertama 2026.

Pendapatan BEFA tercatat mencapai Rp 90 miliar, naik dua kali lipat dibanding periode sama tahun lalu sebesar Rp 45 miliar.

>>> Wabah Kolera di Nigeria Tewaskan 90 Orang, Lebih dari 12.000 Terinfeksi

Pertumbuhan tersebut ditopang oleh kenaikan pendapatan berulang dari Rp 45 miliar menjadi Rp 54 miliar. Kontribusi dari penjualan lahan juga mulai mengalir pada awal tahun ini.

Perbaikan ini membuat perseroan sukses mencetak laba bersih sebesar Rp 9 miliar pada kuartal pertama 2026.