Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 0,73 persen ke level 6.127 pada perdagangan Jumat (19/6/2026).

Pelemahan ini terjadi setelah lembaga penyedia indeks global MSCI merilis laporan yang menurunkan peringkat transparansi informasi pasar modal Indonesia.

in1

>>> Bank Indonesia Naikkan Suku Bunga Acuan 100 Basis Poin dalam Sebulan

Sebelumnya, IHSG sempat bergerak ke zona hijau dan menyentuh level tertinggi di posisi 6.215 pada sesi pertama dengan nilai transaksi mencapai Rp8,24 triliun.

Namun, pergerakan indeks langsung tertekan oleh aksi jual bersih investor asing yang mencapai Rp1,4 triliun hingga akhir sesi pertama.

Aksi lego saham oleh investor asing berfokus pada sejumlah saham berkapitalisasi besar, meliputi TPIA, TLKM, AMMN, BBRI, dan BMRI.

Total nilai penjualan pada kelima saham tersebut mencakup separuh dari keseluruhan nilai net sell asing pada perdagangan hari ini.

MSCI Soroti Transparansi dan Integritas Pasar

Tekanan terhadap pasar modal dalam negeri dipicu oleh rilis MSCI Global Market Accessibility Review 2026 pada Kamis waktu setempat.

Meski mempertahankan status Indonesia dalam kelompok pasar berkembang (emerging markets), MSCI memangkas penilaian indikator aliran informasi (Information Flow) Indonesia dari positif (+) menjadi negatif (-).

Lembaga global tersebut menyoroti beberapa persoalan krusial di pasar modal Indonesia, termasuk terbatasnya transparansi struktur kepemilikan saham, minimnya informasi emiten dalam bahasa Inggris, kualitas saham beredar di publik (free float), hingga indikasi perilaku perdagangan terkoordinasi yang mengganggu pembentukan harga wajar.

Menanggapi laporan tersebut, Head of Research Kiwoom Sekuritas Indonesia Liza Camelia Suryanata menilai catatan dari MSCI berpotensi membuat pemodal global menahan posisi underweight untuk Indonesia dalam jangka waktu yang lebih lama.