Bulan Muharram, sebagai pembuka tahun Hijriah, menjadi momen istimewa bagi umat Islam untuk meningkatkan amalan ibadah. Salah satu amalan yang sangat dianjurkan adalah memperbanyak puasa sunnah.

Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengingatkan bahwa puasa di bulan ini memiliki derajat yang tinggi.

in1

>>> CORE: Jaringan Irigasi Kunci Jaga Produksi Pangan Hadapi El Nino

Mengutip hadis riwayat Muslim, "Puasa yang paling utama setelah Ramadhan adalah puasa pada bulan Allah, Muharram."

Bulan Muharram juga dikenal sebagai Syahrullah atau bulan Allah. Penyematan nama ini menunjukkan kemuliaan dan keagungan bulan pertama dalam kalender Islam.

Puasa Asyura dan Amalan Lainnya

Umat Islam dianjurkan menjalankan puasa Asyura pada 10 Muharram. Tahun ini, 10 Muharram 1448 H diperkirakan jatuh pada Kamis, 25 Juni 2026, menunggu hasil rukyatul hilal.

Selain puasa Asyura, umat Muslim juga dianjurkan berpuasa Tasu'a pada 9 Muharram dan puasa pada 11 Muharram.

>>> Pembicaraan AS-Iran di Swiss Dibatalkan, MoU Sudah Ditandatangani

Amalan ini bertujuan melengkapi ibadah sekaligus membedakan umat Islam dengan penganut agama lain.

Nabi Muhammad SAW diketahui kerap melaksanakan puasa sunnah selama bulan Muharram. Hal ini menjadi teladan untuk mengawali tahun dengan memperbanyak amal kebaikan.

Tata Cara dan Niat Puasa Muharram

Pelaksanaan puasa sunnah Muharram secara umum sama dengan puasa sunnah lainnya. Langkah pertama adalah memantapkan niat.

Berikut lafal niat puasa Muharram: Nawaitu shaumal Muharrami lillahi Ta'ala. Artinya: "Saya niat puasa Muharram karena Allah Ta'ala."

>>> Kilau Nipis Luncurkan Sabun Cuci Piring Berbahan Tumbuhan di Jakarta Fair 2026

Niat tetap sah dilakukan pada siang hari sebelum matahari terbenam, dengan syarat belum melakukan hal yang membatalkan puasa sejak fajar.