Batu Empedu Sapi dan Demam Perburuan Dadakan Saat Idul Adha 2026

Pagi Idul Adha biasanya dipenuhi bau rumput basah, gema takbir, dan suara sapi yang sesekali menguak sebelum disembelih. Di halaman masjid, orang-orang sibuk membagi tugas. Ada yang menimbang daging, ada yang menguliti, ada pula yang membersihkan jeroan.
Tahun ini ada satu pemandangan lain yang terasa berbeda.
Beberapa orang berdiri lebih dekat ke tumpukan organ dalam. Mata mereka bukan tertuju pada hati atau paru-paru, melainkan pada kantong kecil kehijauan di dekat hati sapi. Mereka mencarinya pelan-pelan, hati-hati, seperti sedang membongkar sesuatu yang berharga.
“Coba lihat ada batunya nggak.”
Kalimat itu terdengar di banyak tempat selama Idul Adha 2026. Dari kampung sampai kota besar, media sosial membuat satu benda kecil di tubuh sapi mendadak menjadi pembicaraan nasional: batu empedu.
Video-video pendek beredar cepat di TikTok dan Facebook. Ada yang memperlihatkan batu kecil sebesar kelereng di telapak tangan. Ada yang langsung menyebut nominal fantastis. Puluhan juta. Ratusan juta. Bahkan disebut lebih mahal dari emas.
Orang-orang yang sebelumnya tak pernah tahu letak kantong empedu sapi mendadak ikut penasaran. Di kolom komentar, pertanyaan muncul bertubi-tubi.
Bagaimana bentuk aslinya?
Semua sapi punya atau tidak?
Kalau ketemu dijual ke mana?
Di tengah suasana kurban yang biasanya sederhana dan kolektif, percakapan tentang batu empedu membawa nuansa lain: harapan menemukan rezeki tak terduga.
Fenomena itu sebenarnya berakar jauh dari halaman masjid di Indonesia. Jejaknya terhubung ke industri pengobatan tradisional Asia Timur yang nilainya sangat besar.
Dalam laporan Wall Street Journal yang dikutip VIV Media, harga batu empedu sapi pada 2025 mencapai 5.800 dolar Amerika Serikat per ons atau sekitar Rp90 juta. Nilai itu disebut melampaui harga emas pada periode yang sama.
Update Terbaru
Pemain Timnas Jerman Patungan Sewa Bus untuk 600 Suporter
Kamis / 11-06-2026, 19:53 WIB
ASUS ROG dan ProArt PZ14 Mulai Pre-order di India, Harga Rp 2,7 Juta
Kamis / 11-06-2026, 19:53 WIB
DPR dan Pemerintah Sepakati Target Defisit APBN 2027 Sebesar 1,8%-2,4% PDB
Kamis / 11-06-2026, 19:52 WIB
MVBT Entertainment dan Peran Kita Sukses Gelar Pentas Monolog di IKJ
Kamis / 11-06-2026, 19:52 WIB
Jadwal Semifinal AFF U19 2026: Indonesia vs Australia 11 Juni
Kamis / 11-06-2026, 19:52 WIB
Subway Surfers Hadirkan Bali dan Karakter Baru Bernama Lestari
Kamis / 11-06-2026, 19:52 WIB
Jaecoo J5 Pimpin Daftar Mobil Listrik Terlaris Mei 2026
Kamis / 11-06-2026, 19:51 WIB
PANI Tanggapi Penurunan Saham Free Float Menjadi 8,24 Persen
Kamis / 11-06-2026, 19:51 WIB
Summarecon Agung Dorong Kelanjutan Insentif PPN DTP untuk Jaga Marketing Sales
Kamis / 11-06-2026, 19:51 WIB
IHSG Melemah 16 Poin, Analis Rekomendasikan Tiga Saham Ini
Kamis / 11-06-2026, 19:49 WIB
Summarecon Agung Siapkan Strategi Bayar Utang Jatuh Tempo Rp468 Miliar
Kamis / 11-06-2026, 19:49 WIB
MG Siapkan Mobil Listrik Mungil untuk Lawan Renault 5 dan VW ID. Polo
Kamis / 11-06-2026, 19:49 WIB
Pemerintah Tunggu Hitungan BGN untuk Penyesuaian Anggaran Makan Bergizi Gratis
Kamis / 11-06-2026, 19:48 WIB
Kemenhaj Minta Warga Waspadai Praktik Badal Haji Fiktif dengan Tarif Murah
Kamis / 11-06-2026, 19:48 WIB





