Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, menyatakan sebagian besar sapi yang terinfeksi penyakit mulut dan kuku (PMK) kini mulai pulih setelah menjalani pengobatan.

Kepala Bidang Peternakan Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kudus Arin Nikmah mengatakan, sebelumnya tercatat 24 ekor ternak positif PMK.

in1

>>> Brigadir Rizka Divonis 10 Tahun Penjara atas Kematian Suami

Setelah diobati, jumlahnya berkurang drastis.

“Saat ini tersisa tiga ekor yang masih dalam proses penyembuhan,” ujarnya di Kudus, Jumat.

Dari total kasus, 14 ekor dinyatakan sembuh, tiga ekor masih dirawat, dan tujuh ekor terpaksa dipotong paksa.

Vaksinasi dan Kewaspadaan Pasca Idul Adha

Pemkab Kudus terus menggenjot vaksinasi PMK sebagai langkah pencegahan. Selain itu, sosialisasi dan edukasi kepada peternak tentang kebersihan kandang dan kesehatan ternak juga digencarkan.

>>> GEA Aesthetic Luncurkan PolyPhil untuk Dukung Regenerative Aesthetics

Arin menargetkan vaksinasi terhadap 2.500 ekor ternak sapi dan kerbau selama 2026.

Sebanyak 1.150 ekor telah divaksinasi, dan dalam sebulan ke depan akan dituntaskan 1.300 dosis untuk seribuan ekor ternak.

Ia mengingatkan, pasca Idul Adha, hewan ternak yang baru masuk kandang perlu diwaspadai dan menjadi prioritas pemeriksaan serta vaksinasi PMK.

“Kasus sebelumnya, satu ekor ternak yang terjangkit bisa menulari semua ternak dalam kandang, sehingga harus dipotong paksa,” jelasnya.

>>> Hollywood Kini Incar Reddit sebagai Ladang Ide Cerita Film

Oleh karena itu, menjaga kebersihan kandang dan pemeriksaan kesehatan dini sangat penting. Jika muncul gejala PMK, ternak harus segera diisolasi agar tidak menular.