Kasus HFMD di Indonesia Tembus 18 Ribu, Vaksinasi Keluarga Jadi Kunci
Kementerian Kesehatan mencatat lebih dari 18.000 kasus suspek Hand, Foot, and Mouth Disease (HFMD) atau flu Singapura di Indonesia hingga minggu ke-18 tahun 2026.
Data surveilans menunjukkan Jawa Barat menjadi provinsi dengan kasus tertinggi sebanyak 3.981 kasus.
>>> BREN Targetkan Kapasitas Energi Terbarukan Capai 2,8 GW pada 2032
Banten mencatat 2.503 kasus, Jawa Tengah 2.122 kasus, DI Yogyakarta 1.219 kasus, Jawa Timur 1.128 kasus, dan Riau 1.124 kasus.
Pentingnya Vaksinasi Keluarga
Presiden Direktur PT Kalventis Sinergi Farma, Vidi Agiorno, menjelaskan bahwa vaksinasi keluarga mampu membentuk perlindungan tidak langsung atau cocoon immunity.
Perlindungan ini penting untuk anggota keluarga yang rentan, seperti lansia yang diprioritaskan mendapat vaksin influenza, pneumokokus, RSV, dan herpes zoster.
"Kalbe melalui Kalventis berkomitmen menyediakan vaksin yang diselaraskan dengan beban penyakit menular di Indonesia," ujar Vidi Agiorno.
Penyediaan vaksin EV71 HFMD telah mendapatkan persetujuan perluasan indikasi dari BPOM pada 5 Februari 2026 untuk anak usia enam bulan hingga 71 bulan.
Dokter spesialis penyakit dalam Mandaya Royal Hospital Puri, dr. Visakha Revena Irawan, menyampaikan bahwa perlindungan dari vaksin dapat menurun seiring waktu.
Orang dewasa tetap membutuhkan vaksinasi lanjutan atau booster untuk melindungi diri dan keluarga.
>>> Orang Tua Gaji di Bawah Rp5 Juta Bisa Siapkan Dana Kuliah Anak
Vaksinasi pada kelompok dewasa aktif dan pelaku perjalanan idealnya diberikan dua sampai empat minggu sebelum keberangkatan.
Dokter spesialis anak Mandaya Royal Hospital Puri, dr. Handayani, memaparkan bahwa HFMD disebabkan oleh enterovirus seperti Coxsackievirus dan Human Enterovirus 71 (EV71).
Gejala HFMD diawali dengan demam, badan tidak nyaman, lemas, dan nyeri tenggorokan.
Setelah itu, anak dapat mengalami sariawan atau luka di rongga mulut sehingga sulit makan dan minum.
Ruam atau bintik dapat muncul di telapak tangan, telapak kaki, sekitar mulut, bokong, atau bagian tubuh lain.
Pada sebagian besar anak, HFMD dapat membaik dengan perawatan suportif.
>>> Iran Tetapkan Masa Berkabung Nasional 40 Hari Pasca Wafatnya Ayatollah Ali Khamenei
Orang tua diminta tetap waspada terhadap potensi komplikasi serius dari EV71 apabila anak mengalami demam tinggi, kejang, hingga penurunan kesadaran.
Update Terbaru
Dani Olmo Catat Penampilan Ke-50 Bersama Timnas Spanyol
Selasa / 16-06-2026, 03:00 WIB
HokBen Hadirkan Promo Hari Kartini 21-22 April 2026, Paket Makan Mulai Rp27.000
Selasa / 16-06-2026, 02:59 WIB
IFG Kirim 43 Peserta Ikuti Program Pemantapan Nilai Kebangsaan Lemhannas 2026
Selasa / 16-06-2026, 02:59 WIB
Waskita Karya Rampungkan Perluasan Area Mataf Masjidil Haram
Selasa / 16-06-2026, 02:59 WIB
Harga Emas Sentuh Rp 2.487.000 per Gram, Investor Pertimbangkan Strategi Pembelian
Selasa / 16-06-2026, 02:55 WIB
Vivo V70 FE 5G vs Samsung Galaxy A37 5G: Duel Ponsel Rp6 Jutaan dengan RAM 8GB
Selasa / 16-06-2026, 02:54 WIB
Investor China Kucurkan Rp 15 Triliun ke Industri Kendaraan Listrik Kendal
Selasa / 16-06-2026, 02:54 WIB
Waskita Karya Catat 7,5 Juta Jam Kerja Selamat di Proyek LRT Jakarta
Selasa / 16-06-2026, 02:52 WIB
MAXstream Gangguan Saat Siarkan Spanyol vs Cape Verde di Piala Dunia 2026
Selasa / 16-06-2026, 02:49 WIB
Dodge Charger SRT8 Empat Pintu Diubah Jadi Coupe, Dilelang
Selasa / 16-06-2026, 02:48 WIB
Strategi Buffett dan Munger Hadapi Penurunan Saham hingga 50 Persen
Selasa / 16-06-2026, 02:48 WIB
IHSG Diprediksi Bergerak di Rentang 6.150-6.400 pada 17 Juni 2026
Selasa / 16-06-2026, 02:44 WIB
Kiaton Bagikan 20 Ucapan Selamat Paskah 2026 Berbahasa Inggris
Selasa / 16-06-2026, 02:41 WIB
Warren Buffett Ungkap Rahasia Investasi Sederhana untuk Jangka Panjang
Selasa / 16-06-2026, 02:41 WIB






