Investor China Kucurkan Rp 15 Triliun ke Industri Kendaraan Listrik Kendal
Investasi senilai Rp 15 triliun dari investor China resmi mengalir ke Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, untuk mengembangkan industri kendaraan listrik (EV) terintegrasi.
Dana tersebut akan dialokasikan di Kawasan Industri Seafer (KIS) Kendal.
>>> Waskita Karya Catat 7,5 Juta Jam Kerja Selamat di Proyek LRT Jakarta
Kesepakatan ditandatangani antara PT KIA Kendal, PT New Generation Mobility (NGM), dan PT China State Construction Engineering Corporation (CSCEC).
Penandatanganan disaksikan langsung oleh Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen, dan Bupati Kendal Dyah Kartika Permatasari di Kantor Gubernur Jawa Tengah pada Senin (16/6/2026).
Dukung Ekosistem EV dari Hulu ke Hilir
Proyek ini mencakup pembangunan ekosistem industri kendaraan listrik dari hulu ke hilir, termasuk komponen baterai, ban, sepeda motor listrik, dan kendaraan komersial.
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mengatakan investasi ini menunjukkan minat investor terhadap Jawa Tengah tetap tinggi di tengah tantangan geopolitik dan ekonomi global.
Menurutnya, investasi di sektor EV tidak hanya memperkuat industri manufaktur, tetapi juga membuka lapangan kerja besar.
Pemprov Jateng akan memberikan insentif pajak bagi kawasan industri yang menggunakan energi terbarukan.
>>> MAXstream Gangguan Saat Siarkan Spanyol vs Cape Verde di Piala Dunia 2026
Direktur Utama PT KIS Kendal Bryan W Sudarwo menyebut investasi ini akan menjadikan Kendal sebagai pusat industri kendaraan listrik di Indonesia.
Kawasan industri akan mengintegrasikan rantai pasok EV dari hulu ke hilir.
Manajemen KIS memperkirakan megaproyek ini berpotensi menyerap hingga 10.000 tenaga kerja.
Bryan menegaskan masyarakat lokal akan diprioritaskan, dengan target Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) di atas 50 persen.
Perwakilan PT NGM Hadi Hartanto menjelaskan alasan pemilihan Jawa Tengah, antara lain letak geografis strategis, situasi sosial kondusif, dan kemudahan perizinan.
>>> Strategi Buffett dan Munger Hadapi Penurunan Saham hingga 50 Persen
Ia menambahkan bahwa penguatan sektor inti seperti sepeda motor listrik, sistem elektrikal, dan manufaktur baterai diperlukan untuk mendorong transformasi ke kendaraan listrik.
Update Terbaru
Adrian Wibowo Resmi Bergabung dengan FC Wacker Innsbruck
Selasa / 16-06-2026, 04:24 WIB
Bridgerton Season 4 Puncaki Daftar Serial Netflix Global
Selasa / 16-06-2026, 04:24 WIB
Adrian Wibowo Resmi Gabung FC Wacker Innsbruck
Selasa / 16-06-2026, 04:24 WIB
Aplikasi DANA Batasi Kuota Tautan Berbagi Saldo Digital Hari Ini
Selasa / 16-06-2026, 04:20 WIB
Tensura the Movie Resmi Tayang di Bioskop Indonesia Akhir Pekan Ini
Selasa / 16-06-2026, 04:19 WIB
The Fed Diprediksi Tahan Suku Bunga pada Pertemuan Perdana Kevin Warsh
Selasa / 16-06-2026, 04:19 WIB
Belgia vs Mesir Imbang 1-1 di Laga Perdana Grup G Piala Dunia 2026
Selasa / 16-06-2026, 04:16 WIB
Belgia vs Mesir Imbang 1-1 di Laga Perdana Grup G Piala Dunia 2026
Selasa / 16-06-2026, 04:16 WIB
5 Film Netflix Romantis Terbaik dan Terbaru di Tahun 2026
Selasa / 16-06-2026, 04:16 WIB
Kemensos Pastikan Penyaluran Bansos PKH dan BPNT Berlanjut
Selasa / 16-06-2026, 04:16 WIB
Akses Kalender Jawa Online 16 Juni 2026 Meningkat untuk Cari Hari Baik
Selasa / 16-06-2026, 04:16 WIB
Kelas Menengah Perlu Terapkan Gaya Hidup Hemat Hadapi Tekanan Ekonomi
Selasa / 16-06-2026, 04:14 WIB
Kepala BP BUMN Evaluasi Kinerja dan Strategi Perbankan Himbara
Selasa / 16-06-2026, 04:14 WIB
Harga Minyak Dunia Anjlok Hampir 6 Persen Pasca Kesepakatan AS dan Iran
Selasa / 16-06-2026, 04:14 WIB






