Masa penawaran Surat Berharga Negara ritel jenis Obligasi Negara Ritel seri ORI028 akan segera berakhir.

Minat masyarakat yang tinggi membuat sisa kuota pemesanan untuk tenor 3 tahun maupun tenor 6 tahun kini hampir habis.

>>> Komisi XI DPR Setujui Pagu Indikatif Kemenkeu Rp49,8 Triliun

Hingga Rabu, 22 Oktober 2025 pukul 10.15 WIB, total penjualan ORI028 secara nasional telah menembus angka sekitar Rp14 triliun.

Data dari salah satu mitra distribusi, Bareksa, menunjukkan varian tenor 3 tahun menjadi pilihan yang paling banyak diburu.

Dari total kuota nasional sebesar Rp10 triliun untuk ORI028 tenor 3 tahun, angka pemesanan yang terkumpul sudah menyentuh 96,06% atau setara Rp9,6 triliun.

Sementara itu, ORI028 tenor 6 tahun telah terserap sebanyak 89,1% dari target kuota nasional sebesar Rp5 triliun, yang berarti telah terjual sekitar Rp4,45 triliun.

Dominasi Tenor Pendek di Berbagai Mitra Distribusi

Tren tingginya minat pada tenor pendek juga dirasakan oleh para mitra distribusi perbankan dan platform investasi digital.

Head of PR & Corporate Communication PT Bibit Tumbuh Bersama (Bibit), William, melihat investor di Bibit hingga saat ini lebih ramai mengincar ORI028 tenor 3 tahun.

"Kecenderungan minat investor di Bibit sama dengan tren yang terlihat secara nasional," kata William.

Ia menambahkan bahwa secara keseluruhan penjualan ORI028 melalui platform Bibit berjalan sesuai dengan target yang ditetapkan.

Di sektor perbankan, PT Bank Central Asia Tbk juga mencatatkan volume pemesanan yang masif. Executive Vice President Corporate Communication and Social Responsibility BCA, Hera F.

Haryn, mengatakan hingga Selasa (14/10/2025), penjualan ORI028 di BCA mencapai lebih dari Rp1 triliun.