Adapun ORI028 tenor 3 tahun juga lebih diminati, dengan komposisi pemesanan sebesar 80%.

"Hal ini sejalan dengan tren penjualan SBN ritel di BCA pada seri-seri sebelumnya," kata Hera.

Kondisi serupa dilaporkan oleh PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. General Manager Wealth Management BNI, Henny Eugenia, menuturkan total pemesanan ORI028 melalui BNI per Rabu (15/10/2025) adalah sebesar Rp400 miliar dan masih sejalan dengan target pihaknya.

Di BNI, ORI028 tenor 3 tahun juga masih lebih banyak peminat dibanding tenor 6 tahun.

"Hal ini sesuai dengan horizon waktu investor ritel yang seringkali mengakomodasi keperluan finansial untuk jangka waktu yang lebih pendek," terang Henny.

Daya serap yang optimal juga diamati oleh perusahaan sekuritas BUMN.

>>> P&G Indonesia Buka Lowongan Kerja Juni 2026 untuk Berbagai Posisi

Direktur Ritel Mandiri Sekuritas, Theodora Manik, menuturkan penjualan ORI028 melalui Mandiri Sekuritas masih menunjukkan daya serap yang baik.

Walau tak merinci, ia mengatakan penjualan ORI028 melalui Mandiri Sekuritas juga didominasi tenor 3 tahun.

"Produk jenis ini tepat untuk menjaga kestabilan kinerja investasi individu di tengah kondisi pasar yang menantang," ujar Theodora.

Kupon Lebih Rendah Jadi Pertimbangan

Meskipun mencatatkan angka penjualan yang besar, dinamika suku bunga turut memengaruhi keputusan sebagian calon investor.

Nilai kupon yang ditetapkan pada seri ini terhitung lebih rendah dibandingkan beberapa seri SBN ritel yang meluncur sebelumnya.

Pemerintah menetapkan besaran kupon untuk ORI028 tenor 3 tahun adalah 5,35% per tahun.

Sedangkan untuk ORI028 tenor 6 tahun, imbal hasil yang ditawarkan adalah sebesar 5,65% per tahun.

Associate Director Fixed Income Anugerah Sekuritas Ramdhan Ario Maruto memprediksi serapan ORI028 hingga akhir masa penawaran kemungkinan mencapai 80-90% dari target Rp15 triliun.