Harga minyak dunia mengalami penurunan tajam hampir 6 persen pada Senin (15/6/2026) setelah Amerika Serikat dan Iran mencapai kesepakatan diplomatik.

Kesepakatan ini bertujuan membuka kembali jalur pelayaran strategis di Selat Hormuz.

>>> Diskon Tiket Ancol 87 Persen Spesial Hari Kartini, Khusus Perempuan

Kontrak berjangka minyak mentah AS sempat merosot ke bawah level 80 dolar AS per barel untuk pertama kalinya sejak Maret.

Pada pukul 10.41 waktu New York, nilainya tercatat turun sekitar 5,9 persen menjadi 79,90 dolar AS per barel.

Minyak Brent sebagai acuan internasional juga melemah sekitar 5,5 persen menuju level 82,57 dolar AS per barel.

Trump Umumkan Kesepakatan dengan Iran

Presiden AS Donald Trump mengumumkan melalui Truth Social bahwa kesepakatan dengan Iran telah selesai. Ia menyatakan Selat Hormuz akan beroperasi kembali tanpa penerapan sistem pungutan atau tarif.

AS bersedia mengakhiri blokade angkatan laut terhadap Iran. "Kapal-kapal dunia, nyalakan mesin kalian.

Biarkan minyak mengalir!" ujar Trump.

Pembukaan kembali Selat Hormuz dijadwalkan berlangsung pada Jumat mendatang, bertepatan dengan upacara penandatanganan perjanjian damai di Swiss.

>>> Kemenhub Sediakan 69.232 Tiket Mudik Gratis Kapal Laut Lebaran 2026

Trump menambahkan bahwa minyak akan kembali mengalir dari kedua arah setelah pembersihan ranjau.

Sebelum gangguan lalu lintas kapal tanker akibat serangan Iran pada awal Maret, Selat Hormuz menampung sekitar 20 persen pasokan minyak mentah global.

Insiden tersebut sempat memicu guncangan pasokan minyak terbesar sepanjang sejarah.

Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif, yang bertindak sebagai mediator utama, menyatakan bahwa AS dan Iran telah menyetujui penghentian operasi militer secara permanen di seluruh front konflik, termasuk Lebanon.

"Kami mengucapkan terima kasih kepada kedua pihak atas komitmen mereka terhadap solusi diplomatik," ujar Sharif.

Para mediator dijadwalkan memfasilitasi pertemuan pada pekan ini untuk menyusun dasar pembahasan teknis dan mempersiapkan upacara penandatanganan resmi.

CEO perusahaan tanker minyak Frontline, Lars Barstad, optimistis arus lalu lintas kapal melalui Selat Hormuz dapat pulih dalam waktu singkat.

>>> RSPI Sulianti Saroso Buka Lowongan Project Manager Penelitian BGSI 2026

"Begitu situasi berbalik dan AS serta Iran menemukan bentuk kesepakatan, lalu lintas kapal akan kembali normal dengan cukup cepat," katanya.