Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) mendapat dampak positif setelah Amerika Serikat dan Iran menyepakati perdamaian pada Senin malam, 15 Juni 2026.

Kesepakatan itu langsung menekan harga minyak dunia, sehingga alokasi subsidi energi yang sebelumnya disiapkan pemerintah dipastikan berkurang.

>>> DPR Setujui Naturalisasi Luke Vickery dan Mitchell Baker untuk Timnas

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan, penurunan beban subsidi membuka ruang fiskal baru untuk dialihkan ke pembiayaan prioritas lainnya.

"Kan kemarin sebagian anggaran sudah kita sisihkan untuk subsidi sehingga akan jauh berkurang, ada ruang untuk memberi pembiayaan program-program lain yang dianggap penting oleh Presiden.

Jadi kita lihat seperti apa dan baru kita adjust," ujar Purbaya.

Proses Diplomasi dan Mediasi Pakistan

Sebelum kesepakatan dikonfirmasi, Presiden AS Donald Trump mengumumkan gencatan senjata melalui media sosial pada hari Minggu.

>>> Bayern Munchen Dekati Nathaniel Brown Usai Tampil Memukau di Piala Dunia

Penandatanganan damai ditandai dengan perintah pembukaan kembali Selat Hormuz tanpa biaya dan pencabutan blokade laut terhadap pelabuhan Iran.

"Kapal-kapal di seluruh dunia, nyalakan mesin kalian. Biarkan minyak kembali mengalir!"

tulis Trump.

Pernyataan AS itu kemudian dibenarkan oleh otoritas Iran. Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran dan Wakil Menteri Luar Negeri Kazem Gharibabadi mengonfirmasi kesepakatan bilateral kedua negara.

>>> Manchester United Gagal Dapat Cucurella, Incar Alvaro Carreras

Proses diplomasi ini melibatkan Pakistan sebagai mediator. Perdana Menteri Shehbaz Sharif menyatakan penandatanganan resmi dokumen kesepakatan dijadwalkan di Swiss pada Jumat mendatang.