Pasar saham kerap mengalami fluktuasi drastis, termasuk penurunan tajam yang memicu kepanikan. Namun, bagi investor legendaris Warren Buffett, momen seperti ini justru bisa menjadi peluang.

Buffett menekankan pentingnya menjaga ketenangan dan kesabaran. Ia menyatakan bahwa pasar saham dirancang untuk mentransfer uang dari investor yang aktif ke investor yang sabar.

>>> Netflix Rilis Serial Agatha Christie's Seven Dials, Adaptasi Novel Kriminal

Menjual aset secara terburu-buru saat harga turun hanya akan mengunci kerugian. Investor disarankan memandang fluktuasi sebagai gangguan sesaat dan tetap fokus pada jangka panjang.

Prinsip Menghadapi Ketakutan dan Keserakahan Pasar

Buffett mengingatkan untuk bersikap hati-hati saat orang lain serakah, dan sebaliknya. Prinsip ini pernah diterapkannya saat krisis 2008 dengan berinvestasi besar di Goldman Sachs.

Kesepakatan obligasi preferen dengan dividen 10% dan saham warrant menghasilkan keuntungan masif bagi Berkshire Hathaway.

Fokus pada Fundamental Bisnis

Fluktuasi harga jangka pendek tidak boleh mengaburkan penilaian terhadap fundamental bisnis. Relevansi produk, pasar, dan prospek jangka panjang lebih utama.

Penurunan harga saham 30% tidak mengubah konsumsi produk global seperti Coca-Cola atau American Express. Jika fundamental tetap kuat, pergerakan harga hanyalah reaksi berlebihan.

>>> Davide Tardozzi Akui Ducati Alami Awal Buruk pada MotoGP 2026

Pada 1973, Buffett membeli saham Washington Post di bawah nilai intrinsik.

Meski harga sempat turun lagi, ia bertahan dan investasi awal US$ 10,6 juta tumbuh menjadi lebih dari US$ 200 juta pada 1985.

Jangan Menebak Waktu Pasar

Memprediksi momentum pasar dinilai tidak efektif. Strategi menahan aset jangka panjang lebih diutamakan daripada keluar masuk pasar.

Saham Coca-Cola telah dipegang selama puluhan tahun, begitu pula American Express sejak 1960-an. Investor disarankan tidak goyah oleh sentimen negatif jangka pendek.

Simpan Cadangan Kas sebagai Peluru Finansial

Dana tunai berfungsi sebagai modal siap pakai saat peluang investasi langka muncul. Berkshire Hathaway konsisten memegang cadangan kas besar meski pasar bergairah.

>>> Real Madrid Resmi Rekrut Marc Cucurella dari Chelsea

Strategi ini memastikan dana tersedia saat investor lain panik dan menjual aset. Dalam surat pemegang saham 2010, Buffett menyatakan komitmen menjaga kas minimal US$ 10 miliar.