Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM, Rosan Roeslani, menegaskan bahwa para investor global tetap memiliki komitmen kuat untuk menanamkan modal di Indonesia.

Kepercayaan ini dibuktikan melalui kesepakatan jangka panjang yang terus berjalan hingga saat ini, meskipun perhatian publik tengah tertuju pada berbagai isu domestik.

>>> iShowSpeed Sapa Penggemar Indonesia di Luar Stadion Piala Dunia 2026

"Dari investasi yang masuk ke Indonesia, saya berkeyakinan ini tetap terjaga.

Karena mereka pada saat berinvestasi melihat itu long term commitment," ujar Rosan di kompleks parlemen, Jakarta, Senin (15/6/2026).

Realisasi Investasi Triwulan I-2026 Tembus Rp 498,8 Triliun

Rosan yang juga menjabat CEO Danantara Indonesia memaparkan bahwa realisasi investasi nasional pada Januari hingga Maret 2026 mencapai Rp 498,8 triliun.

Angka tersebut tumbuh sekitar 7,2% secara tahunan dibandingkan kuartal yang sama tahun lalu.

>>> Honor X70 Pro Max Resmi Meluncur dengan Baterai 8560mAh dan Layar 6000 Nits

Capaian ini telah mengamankan sekitar 24,4% dari target investasi nasional tahun 2026.

"Di tengah dinamika geopolitik dan ekonomi global, realisasi investasi selama triwulan pertama 2026 mencapai Rp 498,8 triliun," ungkap Rosan.

PMA Mendominasi dengan Selisih Tipis

Penanaman Modal Asing (PMA) masih mendominasi struktur investasi nasional, meskipun selisihnya sangat tipis dengan modal dalam negeri.

Realisasi Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) tercatat Rp 248,8 triliun atau 49,9% dari total investasi, tumbuh 6% secara tahunan.

>>> Tunisia Pecat Sabri Lamouchi Usai Dibantai Swedia 1-5 di Piala Dunia 2026

Sementara PMA menyumbang 50,1% dengan nilai Rp 250 triliun, menunjukkan kepercayaan global yang tinggi terhadap prospek ekonomi Indonesia.