Memahami Arti Kartel dan Sejarah Kejahatan Transnasional di Meksiko
Dunia internasional kembali dihebohkan dengan kabar tewasnya pimpinan sindikat narkoba El Mencho dalam operasi militer di Tapalpa, Jalisco.
Peristiwa ini memicu diskusi tentang kekuatan destruktif organisasi kriminal di Meksiko.
>>> Persik Kediri Rombak Jajaran Manajemen Jelang Super League 2026/2027
Kelompok kejahatan ini dikenal sangat kejam dan memiliki keuntungan finansial luar biasa.
Mereka tidak hanya bergerak di penyelundupan narkoba, tetapi juga pemerasan, penculikan, perdagangan manusia, pencurian minyak, hingga pembunuhan massal.
Apa Itu Kartel Narkoba?
Istilah drug cartel merujuk pada konsorsium organisasi independen yang dibentuk untuk membatasi persaingan serta mengendalikan produksi dan distribusi obat-obatan ilegal.
Dalam praktiknya, kartel kini telah menjadi semacam negara bayangan yang mengendalikan wilayah geografis, memengaruhi politik lokal, dan menguasai perekonomian di Meksiko.
Struktur organisasi kartel bersifat hierarkis dan sangat terorganisir.
Mereka memiliki pasukan bersenjata yang sering kali lebih lengkap daripada kepolisian lokal, serta jaringan intelijen dan korupsi yang merasuki aparat penegak hukum, politisi, hingga institusi kehakiman.
Kelompok ini menguasai wilayah produksi dan rute penyelundupan yang disebut plaza. Mereka tidak ragu menggunakan kekerasan ekstrem untuk mempertahankan kekuasaan.
Kini, organisasi tersebut telah bertransformasi menjadi perusahaan kriminal multinasional dengan pendapatan miliaran dolar setiap tahun.
Sejarah Perkembangan Kartel di Meksiko
Pada era 1960 hingga 1970-an, Meksiko hanya dikenal sebagai pemasok marijuana ke Amerika Serikat.
Peta kriminalitas berubah pada awal 1980-an ketika AS berhasil menekan sindikat Kolombia seperti Medellín dan Cali, sehingga rute kokain bergeser ke Meksiko.
Momentum ini melahirkan Kartel Guadalajara sebagai jaringan raksasa pertama yang dipimpin Miguel Ángel Félix Gallardo.
Titik balik terjadi pada 1985 setelah pembunuhan agen DEA Enrique “Kiki” Camarena, yang memicu tekanan politik dan hukum masif.
Update Terbaru
Warren Buffett Ungkap Risiko Besar Investasi Saham Murah
Selasa / 16-06-2026, 01:04 WIB
Lewis Hamilton Raih Kemenangan Perdana Bersama Ferrari di GP Catalunya
Selasa / 16-06-2026, 01:04 WIB
IHSG Melonjak 4,12 Persen, Saham Bank Jumbo Kompak Ditutup Menguat
Selasa / 16-06-2026, 01:04 WIB
Rohartindo Siapkan Strategi Ekspansi Koper Pintar Airwheel
Selasa / 16-06-2026, 01:01 WIB
4 Hari Besar Nasional dan Internasional yang Diperingati Setiap 1 Maret
Selasa / 16-06-2026, 01:01 WIB
Mendagri Instruksikan Pemda Gelar Nobar Piala Dunia 2026 demi Ekonomi
Selasa / 16-06-2026, 01:00 WIB
Rudi Garcia Siapkan Strategi Menyerang untuk Belgia Hadapi Mesir
Selasa / 16-06-2026, 01:00 WIB
Rupiah Menguat 96 Poin ke Rp 17.709 per Dolar AS pada 15 Juni 2026
Selasa / 16-06-2026, 01:00 WIB
Kurs Rupiah Menguat ke Rp 17.709 per Dollar AS Dipicu Sentimen Global
Selasa / 16-06-2026, 01:00 WIB
Bahlil Usulkan Rp 815 Miliar untuk Program Kompor Listrik di RAPBN 2027
Selasa / 16-06-2026, 01:00 WIB
Klaim Kode Redeem Slime RNG Mei 2026 untuk Dapatkan Item Gratis
Selasa / 16-06-2026, 00:59 WIB
Perbandingan Spesifikasi Vivo Y04s dan Infinix Smart 20, HP 1 Jutaan
Selasa / 16-06-2026, 00:59 WIB
Promo HUT HokBen 17 April 2026: Bento Special 1 Hanya Rp 41.000
Selasa / 16-06-2026, 00:59 WIB
Bandingkan Spesifikasi Vivo V70 FE 5G dan Samsung Galaxy A37 5G, Mana Pilihan Tepat?
Selasa / 16-06-2026, 00:57 WIB






