Sebuah lapangan sepak bola berada di tempat yang tak biasa: di dalam kawah gunung berapi yang sudah tidak aktif.

Lapangan ini terletak di Gunung Berapi Teoca, Kota Meksiko, pada ketinggian 2.700 meter di atas permukaan laut.

>>> Geopolitik Global Picu Fluktuasi Harga Emas Sepekan ke Depan

Dikenal dengan julukan 'Field of the Gods' atau Lapangan Para Dewa, fasilitas ini sudah berdiri sejak 60 tahun lalu.

Ketiadaan ruang terbuka datar di wilayah Santa Cecilia Tepetlapa yang bergunung-gunung mendorong warga memanfaatkan kawah tersebut.

Liga Amatir Setiap Minggu

Setiap hari Minggu, kawah ini menjadi lokasi liga sepak bola amatir. Puluhan keluarga dari kota berpenduduk 10.000 jiwa berkumpul untuk menyaksikan dan meramaikan pertandingan.

"Sangat menarik bermain di dalam kawah," kata Jonathan Flores, pemain reguler. "Lapangannya menantang, tetapi pemandangannya sangat indah.

Ini tentang membawa sepak bola ke ruang-ruang unik sehingga orang dapat menikmati diri mereka sendiri dalam lingkungan yang sehat."

Kompetisi Liga Teoca diikuti oleh 10 tim, masing-masing mewakili satu keluarga. Tidak ada batasan usia pemain, sehingga remaja hingga lansia bisa bermain bersama.

>>> Dokter di Malaysia Salah Petik Rumput, Dikira Daun Pandan untuk Kue Ibu

"Bagi kami, ini adalah cara hidup.

Berada di sini pada hari Minggu adalah bagian dari rutinitas kami, dan ada suasana fantastis di semua turnamen.

Tidak ada pertengkaran di sini; orang-orang hanya datang untuk bersosialisasi, dan tim-tim datang untuk berkompetisi," ujar Jorge Becerril, perwakilan liga.

Dikelola Secara Swadaya

Perawatan lapangan sepenuhnya dilakukan oleh warga setempat. Mereka menolak campur tangan pemerintah karena khawatir akan klaim kepemilikan.

"Kami merawatnya sebaik mungkin. Liga ini sepenuhnya mengatur dirinya sendiri.

Kami tidak meminta dukungan pemerintah kota karena jika pemerintah daerah berinvestasi, mereka akan mencoba mengklaim kepemilikan.

>>> Panasonic Luncurkan AC Premium Inverter HU-CKJ Series di PRJ 2026

Bukit ini milik bersama; milik rakyat, dan kami memeliharanya karena itu milik kami," tegas Becerril.