Asosiasi Dana Pensiun Indonesia (ADPI) bersama Asosiasi Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK) mengidentifikasi sejumlah tantangan yang berpotensi menghambat pertumbuhan penerimaan iuran industri.

Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat pertumbuhan positif penerimaan iuran dana pensiun konvensional sebesar 9,82 persen secara tahunan (YoY).

>>> FIFA Tetap Bayar Gaji Penuh Wasit Omar Artan yang Ditolak Visa AS

Iuran meningkat dari Rp 8,35 triliun per Maret 2025 menjadi Rp 9,17 triliun per Maret 2026.

Meski tumbuh, Staf Ahli ADPI Bambang Sri Mulyadi menyebut pengurangan jumlah peserta aktif menjadi kendala utama.

Penurunan ini terjadi karena banyak anggota memasuki usia pensiun dan maraknya Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) di berbagai sektor.

"Selain itu, keuangan pendiri yang menurun terus juga menjadi tantangan, sehingga kemampuan mengiur ke dana pensiun makin menurun," kata Bambang.

Kondisi keuangan perusahaan pemberi kerja yang memburuk secara langsung memengaruhi kontinuitas setoran modal.

ADPI menilai peningkatan literasi masyarakat mengenai program pensiun serta perbaikan kinerja keuangan pendiri menjadi solusi mutlak.

>>> Astronom Temukan Bukti Langka Tabrakan Dua Planet di Luar Tata Surya

Ketua Umum Asosiasi DPLK Tondy Suradiredja menegaskan bahwa pemahaman yang minim membuat program pensiun belum menjadi prioritas utama masyarakat.

"Program pensiun kerap dipandang sebagai beban pengeluaran daripada investasi jangka panjang," ujar Tondy.

Faktor makroekonomi seperti pelemahan daya beli masyarakat turut memperlambat penyerapan kepesertaan baru.

Efisiensi korporasi akibat kelesuan ekonomi berisiko menghentikan aliran dana iuran dari pekerja formal.

Asosiasi mendorong percepatan digitalisasi sistem pelayanan melalui aplikasi seluler untuk memudahkan akses peserta.

Strategi ini diharapkan mempermudah proses penambahan simpanan secara mandiri oleh nasabah.

>>> BMW Perkenalkan M Concept Neue Klasse di Le Mans 2026

"Langkah itu harus didukung kolaborasi edukasi yang masif bersama asosiasi guna meningkatkan literasi masyarakat," pungkas Tondy.