Intel mengambil langkah berbeda dalam menggarap pasar laptop kelas menengah ke bawah.

Pabrikan teknologi ini tidak hanya berfokus pada performa prosesor, tetapi juga pada rancangan laptop secara keseluruhan melalui inisiatif baru bernama Project Firefly.

>>> Kim Mu-yeol Buka Suara Soal Kontroversi Serial Teach You a Lesson

Melalui Project Firefly, Intel berusaha menstandarisasi proses desain laptop.

Langkah ini dilakukan dengan memadukan prosesor terbaru bernama Wildcat Lake dengan kerangka perangkat keras umum yang dapat langsung diadopsi atau dimodifikasi oleh produsen laptop.

Tujuannya adalah merombak ekosistem PC entry-level agar laptop terjangkau tidak lagi terasa seperti perangkat penuh kompromi pemangkasan kualitas.

Desain Premium untuk Laptop Murah

Selama ini, laptop murah identik dengan material bodi plastik dan desain kaku. Melalui kerangka desain Firefly, Intel memberikan titik awal pembuatan laptop yang lebih modern bagi para produsen.

Sistem referensi ini menggunakan sasis berbahan logam dengan ketebalan hanya 12,9 mm. Spesifikasi tersebut biasanya hanya ditemukan pada perangkat premium yang jauh lebih mahal.

Intel juga merancang sistem ini tanpa lubang ventilasi yang terlihat, sehingga menghasilkan tampilan luar yang lebih bersih.

Meski berstatus laptop budget, desain ini tetap mendukung konektivitas modern seperti USB Type-A, Type-C, dan Thunderbolt.

Prosesor Wildcat Lake yang Efisien

Otak di balik inisiatif ini adalah prosesor Wildcat Lake. Alih-alih membuat versi pangkasan dari chip flagship, Intel merancang chip ini secara khusus untuk kebutuhan komputasi harian.

Prosesor ini dilengkapi dengan dua performance cores dan empat efficiency cores.

Chip ini juga membawa Neural Processing Unit (NPU) berukuran kecil dan grafis terintegrasi yang dioptimalkan untuk beban kerja dasar, seperti pemutaran video dan game ringan.