Menyambut Tahun Baru Islam, sebagian umat Muslim menjalankan tradisi membaca doa dan meminum susu putih pada malam 1 Muharram.

Kebiasaan ini dilakukan sebagai bentuk harapan agar tahun yang baru dipenuhi keberkahan dan kesucian hati.

>>> Sir Jim Ratcliffe Gagal Jual Saham Mayoritas OGC Nice

Meskipun bukan amalan wajib dalam syariat Islam, tradisi ini tetap dijaga oleh sebagian masyarakat. Kebiasaan ini mengandung nilai optimisme dan menjadi momen untuk muhasabah atau introspeksi diri.

Kebiasaan minum susu saat pergantian tahun Hijriah diperkenalkan oleh Abuya Sayyid Muhammad Alawy Al Maliki.

Beliau adalah ulama terkemuka keturunan Rasulullah SAW yang kerap membagikan susu putih kepada para santrinya di Makkah.

Dalam penanggalan Hijriah, pergantian hari terjadi saat matahari terbenam atau ketika waktu Maghrib tiba.

Oleh karena itu, tradisi meminum susu putih dan membaca doanya umumnya dilaksanakan mulai setelah Maghrib pada malam 1 Muharram hingga menjelang Subuh.

Berdasarkan Kalender Hijriah Kementerian Agama RI, Tahun Baru Islam 1448 H jatuh pada Selasa, 16 Juni 2026.

Malam 1 Muharram dimulai sejak Senin, 15 Juni 2026, setelah waktu Maghrib.

Doa Minum Susu 1 Muharram

Sebagian umat Islam membiasakan membaca doa sebelum meminum susu putih bersama keluarga atau jemaah. Berikut bacaan doa yang diajarkan para ulama:

اللّٰهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِيْهِ وَزِدْنَا مِنْهُ (Allahumma baarik lanaa fiihi wazidnaa minhu).

Artinya: "Ya Allah, berkahilah kami di dalam air susu ini dan tambahlah keberkahan kami darinya."

Doa ini memuat permohonan agar Allah SWT menambahkan kebaikan, kemudahan, serta keberuntungan dalam menjalani kehidupan di tahun baru.

Makna Simbolis Susu Putih

Susu putih dipilih dalam tradisi ini karena melambangkan kesucian, kebersihan, dan awal yang baru.