Hakim memerintahkan studio milik Justin Baldoni, Wayfarer Studios, untuk membayar biaya pengacara Blake Lively.

Keputusan ini terkait gugatan pencemaran nama baik yang diajukan Baldoni terhadap Lively dan telah dibatalkan pengadilan.

>>> Intel Luncurkan Project Firefly untuk Rombak Laptop Kelas Menengah ke Bawah

Hakim Lewin Liman memutuskan bahwa Lively berhak mendapatkan kembali biaya pembelaannya berdasarkan undang-undang California tahun 2023.

Undang-undang tersebut melindungi korban pelecehan seksual dari gugatan pencemaran nama baik yang bersifat pembalasan.

Meski demikian, Liman menolak permohonan Lively untuk ganti rugi tiga kali lipat dan ganti rugi hukuman. Alasannya, ketentuan tersebut tidak ada dalam hukum federal.

Blake Lively dan Justin Baldoni sebelumnya telah menyelesaikan semua perselisihan hukum mereka pada Mei 2026, dua minggu sebelum sidang digelar.

Namun, mosi biaya Lively berdasarkan Undang-Undang Perlindungan Korban dari Gugatan Pencemaran Nama Baik yang Dipersenjatai masih menunggu putusan.

>>> Kim Mu-yeol Buka Suara Soal Kontroversi Serial Teach You a Lesson

Sebagai bagian dari penyelesaian, kedua belah pihak setuju untuk mematuhi putusan Liman tentang mosi biaya dan tidak mengajukan banding.

Pengacara Lively, Esra Hudson dan Michael Gottlieb, menyatakan bahwa Lively memenangkan gugatannya berdasarkan Pasal 47.1 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata.

Mereka menegaskan bahwa Lively mengajukan klaim dengan itikad baik dan tidak ada bukti niat jahat.

Sementara itu, pengacara Baldoni, Bryan Freedman, membantah 10 dari 13 klaim Lively dibatalkan sebelum penyelesaian.

Ia menyebut Lively tidak menerima imbalan atas pembatalan tiga klaim yang tersisa dan mengeksploitasi hukum California.

>>> Cara Mengetahui Username dan Password Router untuk Akses Panel Admin

Freedman menambahkan bahwa Lively hanya diberikan biaya pengacara terbatas untuk satu klaim. Ia menegaskan tidak ada pelecehan seksual, pembalasan, atau kampanye fitnah dalam kasus ini.