Seorang hakim federal pada hari Jumat menolak gugatan dari lembaga pengawas Public Integrity Project yang ingin membatalkan rangkaian acara UFC Freedom 250 di Washington DC.

Keputusan ini memastikan ajang tarung bebas dan atraksi sepeda motor ekstrem di kawasan Gedung Putih serta Monumen Lincoln tetap berjalan akhir pekan ini.

>>> Skotlandia Targetkan Kemenangan Perdana Lawan Haiti di Piala Dunia 2026

Public Integrity Project melayangkan gugatan atas nama veteran Perang Vietnam dan aktivis sipil. Mereka menilai acara komersial ini memanfaatkan monumen nasional demi keuntungan promotor swasta.

Namun, hakim menyatakan penggugat gagal menunjukkan landasan hukum yang kuat dan kerugian yang tidak dapat diperbaiki jika acara tetap dilaksanakan.

Berdasarkan dokumen pengadilan, tujuh badan pemerintah termasuk Departemen Keamanan Dalam Negeri dan Administrasi Penerbangan Federal telah mengalokasikan sumber daya besar untuk mengawal acara tersebut.

UFC mengucurkan dana sedikitnya 60 juta dolar AS untuk mendirikan arena oktagon di South Lawn Gedung Putih.

Gelaran ini memperingati ulang tahun ke-80 Presiden Donald Trump dan hari jadi ke-250 Amerika Serikat.

Pertandingan diperkirakan menyedot 4.300 penonton langsung di lokasi dan 120.000 orang di area nonton bareng The Ellipse.

Selain pertarungan, ajang ini diramaikan pertunjukan sepeda motor ekstrem dari kelompok Nitro Circus pada hari Sabtu. Gedung Putih mengonfirmasi aksi ini disiarkan langsung ke area festival penggemar.

Berbagai spanduk sponsor produk minuman juga tampak menghiasi arena luar ruangan.

>>> Legenda Motocross Ramaikan Perayaan UFC Freedom 250 di Gedung Putih

Dari sisi politik, diplomasi olahraga terjalin melalui kesepakatan kerja sama global untuk mempromosikan kepemimpinan pemuda.

Kesepakatan itu ditandatangani Menteri Luar Negeri Marco Rubio bersama pihak UFC pada hari Kamis.