Singapura dinilai memiliki peluang besar untuk memposisikan diri sebagai pusat kliring dan distribusi netral komoditas emas di kawasan Asia Tenggara.

Peluang ini muncul seiring pengetatan kebijakan ekspor dan impor emas yang diterapkan sejumlah negara tetangga.

>>> Hasil Akhir Brasil Vs Maroko di Piala Dunia 2026: Imbang 1-1

Malaysia saat ini memberlakukan bea masuk 10% untuk pengiriman emas batangan standar grosir bank sentral. Indonesia juga menerapkan bea ekspor emas sebagai bagian dari hilirisasi industri.

Regulasi Buka Peluang bagi Singapura

Ahli strategi emas Asia-Pasifik State Street Investment Management, Robin Tsui, mengatakan pergeseran regulasi di ASEAN membuka kesempatan bagi Singapura menjadi hub regional yang stabil.

"Pergeseran ini memperkuat alasan mengapa membangun infrastruktur emas dan kedalaman pasar Singapura merupakan prioritas," ujar Robin Tsui.

Ia menambahkan kebijakan perdagangan terbuka Singapura dapat memfasilitasi ambisi sebagai pusat kliring dan ekspor ulang emas di ASEAN.

Analis pasar senior Phillip Nova, Priyanka Sachdeva, menilai kekuatan utama Singapura terletak pada komitmen melampaui reputasi sebagai tempat penyimpanan aman.

>>> Vinicius Junior Selamatkan Brasil dari Kekalahan Lawan Maroko

"Tantangannya bukan menarik investor, tetapi menciptakan kedalaman pasar dan inovasi produk agar mereka aktif berdagang," kata Priyanka Sachdeva.

Ia menekankan perlunya ekosistem dinamis di sekitar emas yang disimpan, termasuk pinjaman dengan jaminan dan pembiayaan berbasis emas.

Ahli strategi pasar senior World Gold Council, John Reade, mengingatkan bahwa pasar emas mencakup aspek luas, tidak hanya harga spot.

"Pasar emas juga tentang pasar berjangka, pinjaman, dan peminjaman aktif yang berjalan beriringan," tutur John Reade.

Pada Maret 2026, Otoritas Moneter Singapura bersama Asosiasi Pasar Emas Singapura mengumumkan kolaborasi memperkuat infrastruktur perdagangan emas.

>>> Imigrasi Denpasar Deportasi Enam WNA karena Overstay dan Buat Onar

Fokus utama Pemerintah Singapura adalah penyediaan layanan penyimpanan terpadu untuk bank sentral asing dan adopsi standar penyimpanan internasional.