Produksi Smartphone Global Diprediksi Anjlok 16,2 Persen Akibat Harga Memori
Industri smartphone global diperkirakan menghadapi tahun berat.
Firma riset TrendForce memprediksi produksi dunia akan turun sekitar 16,2 persen secara tahunan menjadi 1,051 miliar unit.
>>> Ronny Pangemanan Yakin John Herdman Bisa Bawa Timnas Indonesia Lolos ke Piala Dunia 2030
Penurunan ini dipicu lonjakan harga memori yang membebani biaya produksi.
Pada kuartal pertama 2026, produksi tercatat 284 juta unit, melemah 1,7 persen dibanding periode sama tahun lalu.
Dampak kenaikan harga memori awalnya terbatas karena produsen menggunakan stok komponen lama. Namun, TrendForce memperkirakan situasi berbalik mulai kuartal kedua 2026 seiring menipisnya persediaan komponen murah.
Kenaikan harga memori berpotensi menggerus margin keuntungan produsen. Banyak vendor terpaksa menyesuaikan rencana manufaktur mereka.
Jika tren berlanjut, produsen bisa menaikkan harga jual smartphone berulang kali. Hal ini akan membebani konsumen secara langsung.
TrendForce memperingatkan penurunan produksi bisa lebih dalam dari proyeksi awal. Tekanan biaya memberikan dampak berbeda bagi setiap pabrikan.
Dampak Signifikan pada Segmen HP Murah
Vendor dengan portofolio premium kuat dan sokongan finansial besar dinilai lebih tangguh. Sebaliknya, produsen ponsel China yang mendominasi entry-level kemungkinan menerapkan rencana produksi lebih konservatif.
>>> KCIC Terapkan Tarif Dinamis Kereta Whoosh Mulai Rp 250 Ribu
Langkah tersebut diambil akibat ketatnya persaingan dari Huawei dan margin tipis perangkat murah.
Pada kuartal pertama 2026, Xiaomi memproduksi 26 juta unit, Oppo 29,5 juta unit, dan Vivo 22 juta unit.
Ketiganya menghadapi tekanan profitabilitas serius dan berpeluang merevisi target tahunan. Kerentanan serupa membayangi Transsion, induk Infinix, Tecno, dan Itel, yang fokus pada smartphone terjangkau.
Samsung dan Apple Kokoh di Puncak Pasar
Di tengah tekanan, Samsung dan Apple berada dalam posisi keuangan lebih aman. Keduanya mampu menyerap kenaikan biaya berkat dominasi produk premium.
Samsung mempertahankan status produsen paling produktif dengan 62,6 juta unit, tumbuh 2,3 persen YoY. Peningkatan didorong persiapan stok lini Galaxy S terbaru.
Apple mengamankan posisi kedua dengan produksi 60,2 juta unit, melonjak 19,7 persen berkat genjotan iPhone baru dan peluncuran iPhone 17e.
>>> Adrian Khalif Rilis Video Klip Single Terbaru 2001x
Kekuatan finansial solid membuka peluang Samsung dan Apple memperluas pangsa pasar. Momen ini dapat dimanfaatkan saat kompetitor lain mengerem produksi.
Update Terbaru
Haiti vs Skotlandia di Laga Pembuka Grup C Piala Dunia 2026
Minggu / 14-06-2026, 10:25 WIB
Skotlandia Taklukkan Haiti pada Laga Pembuka Piala Dunia 2026
Minggu / 14-06-2026, 10:25 WIB
Kisah Haru Afifah Yusuf Lulus Menyapih Dua Anak Selama Dua Tahun
Minggu / 14-06-2026, 10:24 WIB
Transmart Full Day Sale: Diskon Rak Besi Hingga Rp 1,2 Juta
Minggu / 14-06-2026, 10:24 WIB
Pemerintah Kawal Perluasan Kawasan Ekonomi Khusus Gresik
Minggu / 14-06-2026, 10:24 WIB
Pemerintah Tetapkan 16 Juni 2026 sebagai Libur Nasional Tahun Baru Islam
Minggu / 14-06-2026, 10:24 WIB
Jerman Hadapi Curaçao di Laga Pembuka Grup E Piala Dunia 2026
Minggu / 14-06-2026, 10:22 WIB
Skotlandia Kalahkan Haiti 1-0 di Piala Dunia 2026, McGinn Jadi Pahlawan
Minggu / 14-06-2026, 10:22 WIB
Hajime Moriyasu Coret Wataru Endo dari Skuad Piala Dunia 2026
Minggu / 14-06-2026, 10:22 WIB
Aoteru Bergerak di Preview Episode 11 NIPPON SANGOKU
Minggu / 14-06-2026, 10:21 WIB
Budget 2 Jutaan Dapat Tablet Apa? Ini Daftar Terbaik di 2026
Minggu / 14-06-2026, 10:21 WIB
Skotlandia Kalahkan Haiti 1-0 di Laga Perdana Grup C Piala Dunia 2026
Minggu / 14-06-2026, 10:21 WIB
Olivia Rodrigo Alami Gangguan Pendengaran Sejak Kecil
Minggu / 14-06-2026, 10:20 WIB
Tagar Sell Singapore Picu Gerakan Boikot Shopee di Media Sosial
Minggu / 14-06-2026, 10:20 WIB






