Volume produksi ponsel pintar global diproyeksikan mengalami penurunan signifikan sepanjang tahun 2026.

Berdasarkan laporan terbaru TrendForce yang dikutip dari Gamebrott, total manufaktur gawai di seluruh dunia diperkirakan menyusut hingga 1,051 miliar unit.

>>> Candra Wijaya Gelar Turnamen Bulutangkis Spesialis Ganda di Tangerang

Angka tersebut menunjukkan kemerosotan tajam sekitar 16,2% bila dibandingkan dengan capaian tahun sebelumnya.

Lesunya aktivitas industri ini sudah mulai tercatat sejak triwulan pertama tahun ini.

Sepanjang tiga bulan pertama 2026, pabrikan di seluruh dunia hanya memproduksi sekitar 284 juta unit smartphone.

Jumlah ini menandakan penurunan performa sektor industri sebesar 1,7% jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.

Krisis Komponen Memori Jadi Pemicu

Kondisi pasar yang melemah dipicu oleh krisis kenaikan harga pada komponen memori.

>>> Korea Selatan vs Ceko Imbang 0-0 di Babak Pertama Piala Dunia 2026

Tekanan dari rantai pasok tersebut diprediksi bakal memaksa para produsen menyesuaikan strategi bisnis mereka.

Para pelaku industri diperkirakan akan menaikkan harga jual produk gawai kepada konsumen secara bertahap.

Namun, dampak yang dirasakan setiap produsen akan berbeda tergantung pada target pasar mereka.

Perusahaan yang berfokus pada lini premium dinilai berada di posisi lebih aman dari gejolak ini.

>>> Rupiah Spot Menguat ke Rp 17.928 per Dolar AS pada 12 Juni 2026

Sebaliknya, brand asal Tiongkok yang mengandalkan segmen entry-level dan mid-range diproyeksikan menghadapi penurunan profitabilitas signifikan.