Brand ready-to-wear Benang Jarum kembali menghadirkan gebrakan di industri fashion Tanah Air. Kali ini, mereka berkolaborasi dengan desainer Rama Dauhan melalui koleksi bertajuk 'Hujan Bulan Juni'.

Koleksi ini menjadi interpretasi baru dari karya sastra legendaris Indonesia ke dalam busana yang ekspresif, feminin, dan penuh karakter.

>>> Robocop 2014 Tayang di Bioskop Trans TV Malam Ini, Simak Sinopsisnya

Ini juga pertama kalinya Benang Jarum membuat koleksi unisex.

Menerjemahkan Puisi ke Dalam Busana Modern

Inspirasi utama koleksi ini berakar dari puisi mahakarya mendiang Sapardi Djoko Damono, 'Hujan Bulan Juni'.

Sastra yang mengisahkan rasa cinta tak terungkap dan metafora rindu tersebut diterjemahkan ke dalam tiga babak cerita: Loving, Meeting, dan Finding.

Tiga fase ini menggambarkan perjalanan emosional seseorang dalam mencari makna hidup, mulai dari mencintai, bertemu hal yang mengubah arah hidup, hingga menemukan apa yang terasa paling dekat dengan diri.

Secara visual, koleksi ini tampil ringan dan serbaguna.

Desainnya memadukan wavy stripes yang dinamis, motif floral yang quirky, aksen geometri yang kuat, serta monogram khas Benang Jarum.

>>> Indosat Kantongi Spektrum Baru, Jangkauan 5G Makin Luas

Siluet yang santai, potongan flowy, dan detail asimetris menjadikannya cocok dikenakan oleh wanita maupun pria modern yang ingin tampil effortless.

Perpaduan Dua Kekuatan Visual

Rama Dauhan, yang telah berkarier lebih dari dua dekade, dikenal dengan pendekatan desain berani melalui eksplorasi cutting, motif, dan detail khas.

Di sisi lain, Benang Jarum konsisten mengusung karakter feminin dan elegan.

Hasilnya adalah perpaduan mode yang eksploratif, playful, artistik, namun tetap mengedepankan sisi wearable.

"Proses kolaborasi ini sangat menyenangkan karena saya bisa membawa cara pandang saya ke dalam DNA Benang Jarum.