Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono menegaskan pihaknya tidak segan menutup dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang masih menggunakan barang bersubsidi untuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Pelanggaran akan ditindak bertahap, mulai dari surat peringatan hingga penutupan dapur jika pengelola tetap bandel.

>>> Mitra MBG Gadaikan Rumah Demi Bangun Dapur, BGN Siapkan Skema Penyelamatan

Sudaryono juga mengajak masyarakat dan insan media ikut mengawasi pelaksanaan aturan di lapangan.

"Misalnya awak media menemukan, silakan laporkan dapur mana menggunakan Minyakita. Itu nanti kita akan beri surat, akan kita beri teguran surat peringatan.

Kalau memang bandel ya kita tutup dapurnya. Tidak boleh memakai barang subsidi," ujarnya dalam konferensi pers di Jakarta, Senin.

Dapur MBG dilarang menggunakan minyak goreng bersubsidi Minyakita, gas elpiji 3 kilogram, dan beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP).

Seluruh kebutuhan operasional harus dipenuhi dengan komoditas nonsubsidi agar tidak mengganggu distribusi bantuan pemerintah.

>>> Larang SPPG Gunakan Gas 3 Kg dan Minyakita, Kepala BGN: Demi Petani

"Tidak boleh masak untuk MBG memakai Minyakita, tidak boleh memakai gas melon 3 kg, dan tidak boleh memakai beras-beras SPHP," tegasnya.

Aturan Pembelian Telur dan Pembenahan Internal

BGN juga mengatur pembelian telur ayam harus sesuai Harga Acuan Penjualan (HAP) yang ditetapkan pemerintah.

Sudaryono menjelaskan kebijakan itu bertujuan menjaga stabilitas harga di tingkat peternak.

"Harga telur yang harusnya HAP-nya Rp25.000 di kandang, itu kemudian pernah jatuh sampai Rp12.500-Rp15.000.

>>> Poco M8 Power Resmi Meluncur 4 Agustus, Baterai 8.000 mAh dan Layar AMOLED

Maka si kepala dapur harus membeli telur bukan di harga Rp12.500 sampai Rp15.000, tetapi harus membeli telur di harga acuan pemerintah," ujarnya.

BGN saat ini melakukan pembenahan besar-besaran untuk memastikan program MBG berjalan sesuai aturan.

Sebanyak 833 dapur SPPG di berbagai daerah telah ditutup karena melanggar ketentuan operasional.

Selain itu, 261 pegawai non-ASN dihentikan, terdiri dari 224 pegawai non-ASN dan 37 tenaga ahli.

Sembilan ASN dijatuhi hukuman disiplin berat, dan 39 ASN lainnya mendapat hukuman disiplin ringan.

>>> Xiaomi Ganti Game Turbo dengan Game Space, Hadirkan Profil Kinerja Khusus Game

Melalui langkah-langkah tersebut, BGN berharap program MBG berjalan lebih tertib, transparan, dan bermanfaat tanpa mengganggu distribusi barang subsidi.