Xpeng, pabrikan mobil listrik asal China, menarik 33.473 unit MPV listrik X9 di China akibat cacat produksi pada sistem suspensi udara.

Masalah ini berpotensi menyebabkan sasis kendaraan turun mendadak saat melaju, membahayakan keselamatan pengemudi dan penumpang.

>>> Honda NX500 Resmi Dijual di Indonesia, Harga Rp230 Juta dengan E-Clutch

Cacat pada Pegas Udara Depan

Berdasarkan data dari State Administration for Market Regulation (SAMR) China, recall mencakup unit yang diproduksi antara 8 Agustus 2023 hingga 11 Agustus 2025.

Komponen pegas udara depan ditemukan tidak optimal dalam proses produksi, menyebabkan kerapatan udara lemah dan rentan bocor.

Kebocoran semakin mungkin terjadi jika mobil digunakan di daerah bersuhu dan berkelembapan tinggi dalam waktu lama.

>>> Mazda 3 dan CX-30 Dapat Mesin Mild Hybrid 2.500 cc untuk Bertahan di Era Elektrifikasi

Akibatnya, sasis bisa turun mendadak pada satu sisi atau seluruh mobil saat dikendarai.

Awalnya Diklaim Mode Perlindungan Termal

Sebelum recall resmi, Xpeng sempat menyebut masalah itu sebagai aktivasi mode perlindungan termal pada kompresor suspensi.

Namun, setelah banyak pemilik X9 di Chongqing melaporkan keanehan suspensi saat cuaca panas ekstrem, perusahaan mengakui adanya cacat komponen.

>>> Kudeta: Pengertian, Jenis, Faktor Pemicu, dan Contoh di Berbagai Negara

Xpeng berkomitmen mengganti pilar pegas udara depan dengan versi yang lebih baik secara gratis untuk semua unit terdampak.

Dampak di Pasar Indonesia

Kabar recall ini menjadi perhatian serius di Indonesia, mengingat Xpeng baru meluncurkan New X9 pada akhir Juni 2026.

Hingga saat ini belum ada keterangan resmi apakah unit di Indonesia juga mengalami cacat serupa.

>>> Harga BBM di SPBU Masih Stabil hingga Akhir Juli 2026, Ini Rinciannya

Langkah transparansi Xpeng sangat dinanti untuk menjaga kepercayaan konsumen di tanah air.