Kementerian Kesehatan (Kemenkes) bersama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengantongi 530 inovasi dan hasil riset pelayanan kesehatan primer dari berbagai daerah di Indonesia.

Temuan ini akan menjadi bahan evaluasi dan pengembangan kebijakan kesehatan, mulai dari pencegahan stunting hingga penyakit tidak menular seperti stroke, jantung, dan gagal ginjal.

>>> Menkes Budi Perintahkan Skrining Kesehatan Jiwa untuk Seluruh Dokter PPDS dan Internship

Direktur Jenderal Kesehatan Primer dan Komunitas Kemenkes Maria Endang Sumiwi mengatakan, inovasi tersebut dikumpulkan dalam Leimena Conference 2026.

Konferensi ilmiah ini secara khusus mengangkat tema pelayanan kesehatan primer (primary health care).

"Kita menerima hampir 700 abstrak dari seluruh puskesmas, dinas kesehatan maupun akademisi dari seluruh Indonesia.

Setelah dikurasi sekitar 530 akan masuk dalam abstract book," ujar Maria dalam konferensi pers di Gedung Widya Graha BRIN, Jakarta Selatan, Senin (27/7/2026).

Abstrak yang masuk tidak hanya berasal dari penelitian akademik, tetapi juga praktik terbaik (best practices) yang telah diterapkan tenaga kesehatan di lapangan.

Fokus pada Stunting dan Penyakit Tidak Menular

Maria menjelaskan, salah satu fokus utama yang ingin diperkuat adalah penanganan stunting hingga penyakit tidak menular yang kini menjadi penyebab kematian terbesar di Indonesia.

Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) juga diharapkan terus disempurnakan melalui berbagai temuan dari lapangan.

>>> Timnas Indonesia Hadapi Kamboja di Laga Perdana Piala AFF 2026, Herdman Optimistis

"Melalui praktik-praktik baik ini kita ingin mengetahui seperti apa pelaksanaan cek kesehatan gratis yang paling efektif, termasuk strategi terbaik dalam pencegahan stunting," ujarnya.

Prevalensi stunting Indonesia pada 2024 masih berada di angka 19,8%.

Upaya pencegahan harus dimulai sejak masa kehamilan melalui pemeriksaan rutin, pemenuhan gizi ibu hamil, pemberian Multiple Micronutrient Supplement (MMS), hingga pemantauan pertumbuhan balita melalui Posyandu.