Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menginstruksikan skrining kesehatan jiwa bagi seluruh peserta Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) dan Program Internship Dokter Indonesia (PIDI).

Langkah ini diambil setelah adanya dugaan seorang dokter peserta internship meninggal di kawasan Kalibata, Jakarta Selatan.

>>> Timnas Indonesia Hadapi Kamboja di Laga Perdana Piala AFF 2026, Herdman Optimistis

Budi mengaku sedih atas peristiwa tersebut. Ia menegaskan Kementerian Kesehatan sebelumnya telah berupaya mencegah kasus serupa.

"Saya sedih sekali kenapa internship ini seperti ini. Saya sudah concern sebelumnya jangan ada lagi yang meninggal," kata Budi di Jakarta, Senin (27/7/2026).

>>> Depresi Tak Selalu Tampak Sedih: Kenali 9 Gejala Tersembunyi Ini

Ia menjelaskan penyebab pasti kematian dokter tersebut masih dalam penelusuran. Namun, skrining jiwa dianggap sebagai langkah cepat untuk deteksi dini.

"Tapi yang jelas saya sudah minta semua diskrining jiwa sekali lagi, supaya internship, PPDS dengan indikasi bunuh diri ini seharusnya bisa ditangkap dengan skrining kejiwaan," ujarnya.

Menurut Budi, skrining diharapkan dapat mendeteksi peserta berisiko sehingga intervensi bisa segera dilakukan.

>>> Vivo X300 E Resmi: Layar 144Hz, Snapdragon 8 Gen 5, Baterai 7200mAh

"Jadi kalau ada indikasi-indikasi, kita bisa ambil tindakan. Ini cara yang paling cepat yang bisa kami lakukan," katanya.

Dokter yang diduga meninggal adalah dr Siti Zahra Maghfira, lulusan FK Universitas Hasanuddin. Ia menjalani PIDI di RS Sentra Medika Cisalak, Depok, sejak Mei 2026.

>>> POCO M8 Power 5G Resmi Meluncur di India pada 4 Agustus, Baterai 8.000 mAh Jadi Andalan

Kementerian Kesehatan masih menelusuri penyebab pasti peristiwa tersebut dan belum menyimpulkan faktor yang melatarbelakanginya.