Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado, Sulawesi Utara, masih melakukan investigasi terkait kematian dokter Program Pendidikan Kedokteran Spesialis (PPDS) Anestesiologi, Adrian Rantung.

Korban diduga mengalami perundungan selama menjalani pendidikan di RSUP Prof. Kandou.

>>> Kalah Lawan Pegawai di PTUN, Pigai Akan Banding

Kepala Humas Unsrat, Max Rembang, mengatakan proses investigasi masih berlangsung. Pihaknya juga telah mengadakan pertemuan dengan manajemen RS Kandou untuk mencari tahu penyebab pasti kematian korban.

Hingga saat ini, Unsrat belum menerima informasi akurat mengenai kronologi maupun penyebab kematian Adrian. "Jadi, belum ada informasi secara akurat tentang kasus itu.

Karena, rektor dengan pihak pimpinan rumah sakit di jam ini sementara meeting," ujar Max kepada CNNIndonesia. com, Selasa (7/7).

>>> Samsung Naikkan Harga Galaxy Tab A11 di India, Termahal Rp5 Juta

Adrian diduga mengalami tekanan akibat perundungan selama bertugas. Ia ditemukan tak bernyawa dan diduga mengakhiri hidupnya karena perundungan tersebut.

Kemenkes Hentikan Sementara PPDS di RS Kandou

Menyusul kejadian ini, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menghentikan sementara kegiatan PPDS di RS Kandou. Langkah ini diambil agar proses investigasi dapat berjalan menyeluruh.

Direktur Jenderal Kesehatan Lanjutan Kemenkes, Azhar Jaya, mengatakan penghentian sementara tersebut tertuang dalam Keputusan Direktur Utama RS RD Kandou Manado.

>>> Samsung Rilis Patch Keamanan Juli 2026 untuk Galaxy Watch 6 Series

Keputusan itu didasari adanya dugaan perundungan terhadap salah satu peserta PPDS Anestesiologi.