Kepemimpinan Iran Kaji Mandat Rakyat Usai Pemakaman Ali Khamenei
Pemerintah Iran tengah mengkaji mandat yang diberikan oleh jutaan warga yang turun ke jalan selama tiga hari pemakaman mantan pemimpin tertinggi Ali Khamenei.
Sebagian pihak menilai momen ini sebagai referendum dukungan terhadap ulama, dan menyerukan intensifikasi konfrontasi dengan Barat.
>>> Purbaya Ancam Rumahkan Pegawai Pajak yang Berkinerja Buruk
Namun, yang lain melihatnya sebagai ekspresi kebanggaan nasional yang bersyarat pada tuntutan perubahan dan penghentian perang.
Sumber pemerintah meyakini mereka berhasil mengorganisir dukungan massa tanpa kekacauan atau manipulasi paksa yang bisa diabaikan media Barat.
Hal serupa terjadi di Qom, di mana Masjid Jamkaran penuh tujuh jam sebelum salat subuh.
Perkiraan jumlah peserta di Teheran bervariasi dari 350.000 hingga 35 juta orang. Financial Times melaporkan sebanyak 12 juta orang hadir, yang disambut baik pemerintah.
Setidaknya, dukungan di Teheran sebanding dengan pemakaman pemimpin tertinggi pertama Iran, Ruhollah Khomeini pada 1989, yang dihadiri 5-7 juta orang dari populasi 53 juta.
Meskipun kesalahan kebijakan, kesulitan ekonomi, dan represi politik selama 36 tahun kekuasaan Khamenei merusak basis dukungan rezim, banyak peserta pemakaman adalah warga terdidik yang ingin menunjukkan penolakan terhadap pembunuhan pemimpin mereka.
Mobilisasi Negara dan Basis Sosial
Mohammad Ali Kadivar, profesor hubungan internasional di Boston College, mengatakan pemakaman ini adalah episode besar mobilisasi yang dipimpin negara.
Sejak 1979, mobilisasi negara menjadi pilar utama kekuasaan rezim.
Infrastruktur masjid, Basij, sekolah, universitas, tempat kerja, media negara, organisasi veteran, dan jaringan peringatan perang membantu pemerintah mengorganisir partisipasi publik.
Namun, Kadivar menekankan bahwa Republik Islam juga memiliki basis sosial nyata yang besar, terorganisir, dan berkomitmen ideologis.
Update Terbaru
Film Demon Slayer: Infinity Castle Bagian Pertama Hadir di Crunchyroll 28 Juli
Selasa / 07-07-2026, 18:14 WIB
Steam Machine dengan 'Red Line of Death' Sembuh Setelah Istirahat Semalam
Selasa / 07-07-2026, 18:14 WIB
Hori Rilis Controller Switch 2 Bertema Espeon dan Umbreon
Selasa / 07-07-2026, 18:14 WIB
OJK Ungkap Rekening Terindikasi Judi Online Bertambah Jadi 36.191
Selasa / 07-07-2026, 18:14 WIB
DPR Terima Kunjungan PM Modi, Prabowo dan Gibran Turut Hadir
Selasa / 07-07-2026, 18:14 WIB
Media Belanda: Ole Romeny Segera Gabung Fortuna Sittard
Selasa / 07-07-2026, 18:14 WIB
Seattle Seahawks Bangun Sekunder Terbaik Sambil Evaluasi Kedalaman Roster
Selasa / 07-07-2026, 18:13 WIB
Jokowi Buka Suara soal Ritual Injak Kepala Kerbau di Lampung
Selasa / 07-07-2026, 18:13 WIB
xAI Resmi Ganti Nama Jadi SpaceXAI, Luncurkan Logo Baru
Selasa / 07-07-2026, 18:13 WIB
Harper Beckham Hadapi Ulang Tahun ke-15 Tanpa Kabar dari Brooklyn
Selasa / 07-07-2026, 18:08 WIB
Alex Rodriguez Dikabarkan Pacari Pelatih Kebugaran Meghan Hayden
Selasa / 07-07-2026, 18:08 WIB
Kode Fruit Battlegrounds Terbaru Juli 2026, Dapatkan 600 Gems Gratis
Selasa / 07-07-2026, 18:07 WIB
JPU: Eks Kapolres Bima Kota Umrahkan Keluarga Pakai Setoran Narkoba
Selasa / 07-07-2026, 18:07 WIB
Macron Selamat dari Ledakan Bom di Suriah, Diduga Upaya Pembunuhan
Selasa / 07-07-2026, 18:07 WIB







