Kepemimpinan Iran Kaji Mandat Rakyat Usai Pemakaman Ali Khamenei
Reza Nasri, pengacara dekat pemerintah Iran, mengatakan gambar pemakaman bukanlah gambaran rakyat yang hancur. Ia menegaskan AS tidak pernah memahami apa yang dihadapinya saat berperang dengan Iran.
Menurut Nasri, strategi pemerintahan Trump tidak membuat rakyat radikal melawan pemerintah.
Empat dekade sanksi, dua perang di kawasan, tekanan maksimum, dan perang mata uang justru menghasilkan rakyat yang lebih bersatu.
>>> KemenHAM Perkirakan 122 Ribu Pengungsi di Papua
Hossein Rouyvaran, profesor ilmu politik di Universitas Teheran, mengatakan masalah terbesar Barat adalah teori mereka materialistis, sementara apa yang terjadi di Teheran melampaui materialisme duniawi.
Ia menambahkan bahwa perang telah mengubah kontrak sosial.
Rouyvaran berpendapat bahwa demonstrasi akan melegitimasi pemerintah dan memberikan posisi tawar yang lebih bebas dalam negosiasi dengan AS.
Namun, pemerintah memiliki keretakan internal.
Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi menanggapi ancaman Donald Trump dengan menekankan pentingnya massa.
Ia mengatakan jutaan orang Iran bersatu untuk menghormati Khamenei dan warisannya, dan negosiasi tidak akan dimulai jika ancaman berlanjut.
Abdollah Ramezanzadeh, asisten profesor purnabakti di Universitas Teheran, menyatakan kekhawatiran atas upaya TV negara yang mendorong balas dendam dan menolak negosiasi.
Ia memperingatkan agar kaum ekstremis tidak menyeret negara ke dalam perang.
Hesamoddin Ashna, penasihat mantan presiden Hassan Rouhani, mengatakan jika kehadiran nasional itu dihargai, maka bangsa yang bersatu dan beragam harus dianggap sebagai pemegang kekuasaan, dan keadilan serta rasionalitas harus digunakan untuk kebangkitan Iran.
Beberapa pihak berpendapat bahwa jika pemakaman adalah afirmasi kohesi nasional, mantan presiden Mohammad Khatami, Mahmoud Ahmadinejad, dan Rouhani tidak akan dikecualikan dari upacara.
Ali Asghar Hijazi, wakil kepala kantor Khamenei, juga tidak hadir.
Dikatakan bahwa setelah pengeboman kediaman Khamenei, Hijazi menentang pengangkatan putra Khamenei, Mojtaba, sebagai penerus karena wasiat Khamenei melarang anak-anaknya terjun ke politik.
>>> 14 Karakter Pendukung Anime yang Lebih Bersinar dari Tokoh Utama
Pertarungan untuk jiwa Iran memasuki fase baru.
Update Terbaru
Diduga Korban Pelecehan Ghaza Muhammad Lebih dari Satu, Ruangguru Resmi Diskualifikasi Peserta COC S3
Selasa / 07-07-2026, 19:35 WIB
Apple Naikkan Harga iPhone 15, iPhone 16, iPhone 17, dan iPhone Air di Indonesia, Berikut Daftar Terbarunya
Selasa / 07-07-2026, 19:30 WIB
Sutradara Frieren Targetkan Season 3 Lampaui Dua Musim Sebelumnya
Selasa / 07-07-2026, 19:23 WIB
Kebakaran Berhari-hari, Warga Sekitar TPA Jatiwaringin Minta Relokasi
Selasa / 07-07-2026, 19:23 WIB
Ghost in the Shell Tabletop RPG Hadir dengan Mekanik Naratif Cepat
Selasa / 07-07-2026, 19:22 WIB
Film Anime Witch on the Holy Night Tayang 20 November
Selasa / 07-07-2026, 19:21 WIB
Garth Brooks Umumkan Tur Arena 'Blame It All On My Roots'
Selasa / 07-07-2026, 19:21 WIB
Ulang Tahun ke-62, Purbaya Ingin Indonesia Makin Maju
Selasa / 07-07-2026, 19:21 WIB
Pemprov Jakarta Gandeng Marinir Jaga Keamanan Ibu Kota
Selasa / 07-07-2026, 19:21 WIB
Apakah Ibu Hamil Boleh Makan Cokelat? Ketahui Batasannya
Selasa / 07-07-2026, 19:21 WIB
Pencuri Gasak Perhiasan Kristal Senilai Rp70 Miliar dari Museum Lalique
Selasa / 07-07-2026, 19:18 WIB
DPRD Jabar Siapkan Uji Publik Usulan Nama Provinsi Tatar Sunda
Selasa / 07-07-2026, 19:18 WIB







