Iran tengah menyiapkan tarif bagi kapal-kapal yang melintasi Selat Hormuz. Negara sahabat dipastikan akan mendapat perlakuan khusus.

Duta Besar Iran untuk China, Abdolreza Rahmani Fazli, mengatakan negaranya bekerja sama dengan Oman untuk menyusun pengaturan baru.

>>> Bolehkah Makan Cokelat Setiap Hari? Ini Dampaknya bagi Tubuh

Pengaturan ini terkait jaminan keamanan pelayaran, pengawasan lalu lintas kapal, serta penanganan dampak lingkungan.

Berdasarkan kesepakatan awal Iran dan Amerika Serikat untuk mengakhiri perang, kapal komersial dapat melintas tanpa biaya selama 60 hari.

Namun, skema setelah masa itu belum jelas.

"Sebagai negara yang Selat Hormuz merupakan bagian dari wilayah perairan teritorialnya, kami tentu akan mengenakan biaya layanan," kata Fazli di World Peace Forum di Beijing, dikutip AFP, Minggu (5/7).

>>> Rookie Muda Meriahkan NBA Summer League dengan Aksi Intens

Fazli memastikan Iran akan memberi keistimewaan bagi negara-negara sahabat, terutama yang tetap mendukung Iran selama perang melawan agresi AS dan Israel.

"Kami tentu akan memberikan perlakuan khusus kepada negara-negara yang bersahabat dengan kami," imbuhnya.

Selat Hormuz dilalui sekitar seperlima pengiriman minyak mentah dan LNG dunia. Jalur ini sempat ditutup Iran selama perang, memicu lonjakan harga energi global.

>>> Partai Demokrat Tarik Dukungan untuk Calon Senat Maine Graham Platner

Iran mencabut blokade setelah kesepakatan awal dengan AS, dan perundingan penyelesaian permanen masih berlangsung.