Partai Demokrat tingkat nasional dan lokal secara resmi menarik dukungan mereka untuk calon Senat AS dari Maine, Graham Platner, pada Selasa, 7 Juli 2026.

Keputusan ini diambil setelah laporan Politico mengungkap tuduhan pelecehan seksual yang diajukan oleh Jenny Racicot, seorang warga Maine berusia 41 tahun.

>>> Liverpool dan Arsenal Bersaing Rekrut Bintang PSG Bradley Barcola

Racicot menyatakan bahwa Platner memaksanya berhubungan seks saat ia dalam keadaan mabuk pada akhir tahun 2021.

Tuduhan ini menambah daftar kontroversi yang sebelumnya membayangi kampanye Platner, termasuk tato yang disebut mirip simbol Nazi, komentar ofensif daring tentang warga pedesaan, serta masalah perilaku terhadap perempuan yang dilaporkan New York Times pada Juni lalu.

Pimpinan Partai Demokrat Desak Platner Mundur

Pimpinan Partai Demokrat Maine mengeluarkan pernyataan bersama yang mendesak Platner untuk mundur sebagai calon.

Ketua Partai Demokrat Maine Charlie Dingman, wakil ketua Imke Schessler, dan direktur eksekutif Devon Murphy-Anderson menegaskan bahwa partai berdiri bersama para penyintas.

Mereka menyatakan bahwa prinsip partai mengenai penyintas tidak bisa ditawar, tanpa memandang afiliasi politik.

Para pejabat partai juga menekankan pentingnya mengembalikan fokus pada perjuangan melawan kebijakan yang menguntungkan kelompok kaya dan berkuasa.

Ketua DPR Maine Ryan Fecteau menyatakan bahwa akumulasi skandal telah membuat pencalonan Platner tidak layak untuk pemilihan umum.

Fecteau menambahkan bahwa meskipun gerakan yang dibangun Platner penting, perubahan kepemimpinan diperlukan untuk mengalahkan petahana Partai Republik Susan Collins pada November.

>>> Pimpinan BGN Sambangi KPK, Bahas Kerja Sama

Presiden Senat Negara Bagian Mattie Daughtry juga mendesak Platner untuk segera mengakhiri kampanyenya.

Daughtry menekankan bahwa penyintas harus dipercaya, didukung, dan dilindungi.

Calon gubernur dari Partai Demokrat Hannah Pingree menyebut perkembangan ini sangat mengganggu dan memuji keberanian perempuan yang melapor.

Pingree menegaskan bahwa Platner harus keluar dari perlombaan demi masa depan Maine dan kendali Senat AS.

Dukungan Nasional Ditarik

Organisasi nasional seperti Planned Parenthood dan Senate Majority PAC telah menarik dukungan mereka.

Senate Majority PAC mengonfirmasi akan menahan pendanaan kampanye.

Platner membantah tuduhan spesifik pelecehan seksual tersebut.

Namun, ia mengakui bahwa dampak politik telah memaksa timnya untuk mempertimbangkan kembali strategi kampanye.

>>> Pelatih Belgia Sindir FIFA usai Permak AS: Sepak Bola Kalahkan Politik

Platner menyatakan akan mengambil waktu untuk merenungkan langkah terbaik ke depan.