Kandidat Senat Demokrat dari Maine, Graham Platner, kembali menghadapi tuduhan pelecehan seksual. Tuduhan itu datang dari seorang wanita yang pernah menjalin hubungan dengannya.

Wanita bernama Jenny Racicot (41) mengaku memiliki hubungan putus-nyambung dengan Platner selama lebih dari dua tahun.

>>> PM Modi Tiba di Indonesia, Disambut Langsung Presiden Prabowo di Bandara

Ia mengklaim Platner memasuki rumahnya tanpa izin pada akhir 2021 dalam kondisi mabuk berat.

Racicot mengatakan Platner memaksakan diri meskipun ia berulang kali menolak. Ia kemudian memutuskan kontak dan memberi tahu Platner bahwa peristiwa itu tidak konsensual.

Racicot sempat mempertimbangkan melapor ke polisi, tetapi akhirnya tidak membuat laporan resmi. Ia awalnya hanya bercerita kepada terapisnya sebelum memberi tahu orang lain di tahun-tahun berikutnya.

Bantahan Keras dan Tuduhan Konspirasi

Platner membantah keras tuduhan tersebut dalam sebuah video pada Senin. Ia mengaku sedang mempertimbangkan langkah terbaik bagi kampanyenya ke depan.

>>> Undangan Pernikahan Taylor Swift dan Travis Kelce Bocor ke Publik

Tim kampanye Platner menuding tuduhan itu diatur oleh operatif politik dari luar negara bagian.

Mereka menyebut waktu pengungkapan tuduhan tidak kebetulan karena batas pendaftaran pemilu Maine tinggal sepekan lagi.

Platner mengakui tuduhan itu bisa berdampak politik. Namun, ia menegaskan tetap berkomitmen mengalahkan Senator petahana Susan Collins.

>>> Remaja 18 Tahun Nolan Wells Ditemukan Tewas di Pulau Mississippi, Keluarga Konfirmasi Identitas

Tuduhan ini muncul setelah Platner memenangkan pemilihan pendahuluan Demokrat Maine bulan lalu. Ia dijadwalkan menghadapi Collins dalam pemilu November mendatang.