Kandidat Senat AS dari Partai Demokrat, Graham Platner, memperoleh keunggulan tipis atas petahana dari Partai Republik, Senator Susan Collins, dalam survei terbaru di Maine.

Jajak pendapat New York Times/Portland Press Herald/Siena terhadap 608 pemilih potensial Maine pada 19-26 Juni 2026 menunjukkan Platner unggul 49% berbanding 47%, masih dalam batas margin of error 4,8 poin persentase.

>>> NATO Waspadai Serangan Rusia Pasca Gencatan Senjata Ukraina

Sementara itu, survei Fox News terpisah menempatkan Collins unggul 50% berbanding 47%, juga dalam margin of error.

Perpecahan Berdasarkan Pendidikan

Data kedua survei mengungkap perpecahan tajam di antara pemilih berdasarkan tingkat pendidikan.

Collins unggul signifikan di kalangan pemilih tanpa gelar sarjana, meraih 58% berbanding 37% dalam jajak pendapat Siena, sementara Platner unggul 66% berbanding 32% di kalangan lulusan perguruan tinggi.

Usulan Anti-Korupsi Platner

Pada akhir Juni, Platner memperkenalkan proposal anti-korupsi baru di luar kantor Collins di Portland.

Rencana tersebut mencakup 'Aturan Collins' yang mewajibkan anggota parlemen mengundurkan diri dari keputusan yang melibatkan lembaga yang berkontrak dengan perusahaan pasangan mereka, serta larangan perdagangan saham dan pembatasan lobi seumur hidup bagi mantan anggota Kongres.

"Warga Maine pantas mendapatkan yang lebih baik daripada politisi yang didukung miliarder seperti Susan Collins yang menggunakan kekuasaan mereka untuk mengalirkan uang ke kantong pasangan mereka sementara kami memohon remah-remah," kata Platner.

Ia juga menunjuk bahwa hampir 100 miliarder dari luar negara bagian dan pasangan mereka telah menyumbang hampir $10 juta untuk kampanye pemilihan ulang Collins sejak awal 2025.

"Kelompok mapan telah mengatur sistem dengan korupsi yang dilegalkan dan meracuni pemilu kami dengan uang miliarder serta politik yang memperkaya yang berkuasa dengan mengorbankan rakyat pekerja," ujar Platner.