Selama masa jabatan keduanya di Gedung Putih, Donald Trump telah meraup lebih dari satu miliar dolar dari para pendukung setianya.

Beberapa skema Trump mengingatkan pada penipuan masa lalu, seperti ponsel Trump Mobile yang diproduksi di China meski diklaim buatan Amerika.

>>> Fenomena Kuburan Mobil Listrik Baru di China: Sukses di Balik Tumpukan Sampah

Namun, sebagian besar keuntungan Trump berasal dari pasar kripto dan saham yang mendapat dorongan sementara dari dukungannya.

Akibatnya, para penggemar setia mulai merasakan dampaknya. Seorang penggemar bernama Vadim Fistikan berbicara kepada Forbes tentang pengalamannya.

Fistikan, seorang sopir truk, menabung lebih dari $100.000 untuk membeli rumah. Ia kemudian berinvestasi di SPAC yang dibangun di sekitar Truth Social.

Pada puncaknya, investasinya mencapai $205.000. Kini, nilainya hanya $30.000.

"Saya pikir, 'hei, ini penipuan,'" kata Fistikan. "Banyak orang bilang, 'tidak, kamu hanya pembenci Trump.'

Saya bilang, 'tidak. Saya sudah mendukung sejak awal...

>>> Moonlight Peaks: Simulasi Kehidupan Vampir yang Manis dan Misterius Hadir di Steam dan Nintendo Switch

Sekarang saya bangkrut.'"

Cara Kerja SPAC ala Trump

SPAC adalah kendaraan investasi yang sering digunakan selebritas untuk mengambil alih perusahaan privat ke publik.

Pertama, sponsor seperti Trump mengumpulkan dana dari investor melalui perusahaan cangkang. Setelah modal terkumpul, perusahaan cangkang bergabung dengan perusahaan privat seperti Truth Social.

Hasilnya, sponsor awal meraup keuntungan besar sementara pendukung sering kali rugi.

Putra Trump, Donald Trump Jr., juga menjalankan SPAC pada 2025 dengan mengumpulkan $179 juta untuk situs senjata api GrabAGun.

Saham GrabAGun debut di $21,40, lalu anjlok ke $13,20 pada hari pertama. Kini, sahamnya hanya $2,88 per lembar.

>>> Panduan Lengkap Cara Daftar DANA Cicil Mudah dan Cepat

Ini hanyalah salah satu dari banyak skema yang ditinggalkan keluarga Trump sejak kembali berkuasa.