Suasana duka dalam pemakaman mantan Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, berubah menjadi panggung kemarahan. Ribuan pelayat di Teheran meneriakkan seruan keras yang ditujukan kepada Presiden AS Donald Trump.

Prosesi pemakaman yang berlangsung sepekan itu tidak hanya menjadi penghormatan terakhir, tetapi juga memperlihatkan meningkatnya ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat.

>>> Beredar Isu Raffi Ahmad Usul Mbak Lala Jadi Wakil Kepala BGN, Ternyata Hoaks

Berbagai pidato, puisi, dan slogan massa dipenuhi ajakan balas dendam.

Iran menggelar pemakaman massal bagi Khamenei yang tewas bersama sejumlah anggota keluarganya pada hari pertama perang AS dan Israel, 28 Februari.

Pelaksanaan sempat ditunda karena situasi perang.

Pada Minggu, salat jenazah digelar di Masjid Agung Imam Khomeini, Teheran. Upacara itu menjadi simbol politik yang memadukan suasana berkabung dengan seruan balas dendam.

Ribuan pelayat telah memadati kawasan masjid sejak sebelum fajar. Sebagian bermalam di sekitar lokasi untuk mengikuti doa yang dimulai pukul 08.00 waktu setempat.

Jumlah massa pada hari kedua pemakaman disebut jauh lebih besar dibandingkan hari sebelumnya. Suasana yang tercipta juga dinilai lebih militan.

Pemerintah Iran ingin menunjukkan ketahanan sosial dan tekad mempertahankan kemerdekaan.

Puncak perhatian terjadi saat penyair Mohammad Rasouli membacakan puisi yang telah disiapkan. “Mulai sekarang kain kafan adalah pakaian kita.

>>> Netanyahu Bantah Klaim Wakil Trump soal Satu-satunya Sekutu Israel

Aku bersumpah demi darahmu; pembunuhan Trump adalah tanggung jawab kita,” ujarnya.

Ia melanjutkan dengan kalimat yang memicu sorakan. “Mengapa orang paling bejat di dunia masih hidup?

Dunia bukan lagi tempat yang baik untuk Trump. Mengapa kita tidak membunuh orang yang membunuh imam kita?

Akan menjadi aib jika kita tidak melakukannya.”

Pidato tersebut memunculkan beragam reaksi, namun sebagian besar massa menyambutnya dengan antusias dan meneriakkan slogan dukungan.

Duta Besar Iran untuk Armenia, Khalil Shirgholami, juga menyampaikan pernyataan di akun X. “Anda bisa membunuh orang, tetapi tidak bisa membunuh cita-cita.

Anda membunuh Ayatollah Khamenei, tetapi sebenarnya memecahkan sebotol parfum, yang aromanya kini menyebar ke mana-mana.”

>>> Daftar Drama Korea So Ji Sub, Terbaru Agent Kim Reactivated Raih Rating Tinggi

Prosesi pemakaman yang awalnya momen penghormatan terakhir berubah menjadi panggung politik. Ini memperlihatkan besarnya amarah publik Iran dan mempertegas ketegangan dengan AS dan Israel.