Dugaan pelanggaran saat pelaksanaan Olimpiade Sains Nasional Tingkat Kabupaten/Kota (OSN-K) menjadi perhatian setelah rekaman ujian yang diduga berasal dari SMAN 1 Babat Toman beredar luas di media sosial.

Pembahasan bermula dari unggahan akun Threads @hurryyyyyypotter pada 6 Juli 2026. Dalam unggahan tersebut, pemilik akun mempertanyakan mekanisme pelaporan ke Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) setelah melihat satu sekolah meloloskan peserta ke tingkat provinsi di seluruh bidang lomba.

Menurut unggahan itu, rasa kagum terhadap capaian sekolah tersebut berubah menjadi kecurigaan setelah menyaksikan siaran langsung pelaksanaan OSN-K di YouTube. Ia menduga ada peserta yang menggunakan telepon genggam saat mengerjakan ujian.

"Ini gimana ya cara report ke Puspresnas kalau ada yang curang? Di Kabupatenku ada 1 sekolah yang tiba-tiba tahun ini borong maju ke provinsi di semua bidang. Awalnya kagum banget, dan mau nanya-nanya gimana cara belajarnya, tapi pas lihat live YouTube ya Allah, kelihatan banget itu pakai HP. Sumpah, gak adil banget untuk siswa-siswaku yang udah belajar sampai muak kayaknya kurang lebih 1 semester ini. Perhatiin deh itu yang sebelah kiri itu, pakai HP gak sih itu," tulisnya.

Video yang menjadi sorotan disebut berdurasi sekitar satu jam. Tak lama setelah ramai dibahas, tayangan berjudul OSN K SMA - 10600240 SMAN 1 Babat Toman dikabarkan sudah tidak dapat diakses publik.

Meski demikian, sejumlah pengguna mengaku telah mengunduh rekaman tersebut sebelum video menghilang. Potongan layar yang kemudian dibagikan kembali memperlihatkan beberapa bagian yang dinilai janggal, termasuk adanya jeda siaran dan audio yang tiba-tiba dimatikan.

"Sekarang video live YouTubenya udah diprivate sama mereka, guys. Tapi kita udah download dan ini sedikit screen recordnya. Videonya aku cepetin ya. Di tengah-tengah live, tiba-tiba ada jeda dan suaranya di mute," tulis pemilik unggahan.

Perbincangan mengenai dugaan kecurangan itu pun meluas di media sosial. Sejumlah warganet meminta agar temuan tersebut dilaporkan kepada Puspresnas untuk ditindaklanjuti sesuai ketentuan yang berlaku.

>>> Spanyol vs Portugal: Derbi Iberia di 16 Besar Piala Dunia 2026

Ada pula yang menilai sistem pelaksanaan seleksi secara daring perlu dievaluasi agar pengawasan lebih ketat. Sebagian komentar lainnya menyoroti mekanisme pengawasan di daerah, meski informasi tersebut masih sebatas dugaan dan belum disertai keterangan resmi dari pihak terkait.

Hingga berita ini disusun, belum ada pernyataan resmi dari SMAN 1 Babat Toman maupun Puspresnas terkait dugaan pelanggaran dalam pelaksanaan OSN-K tersebut.