Kebakaran di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang, masih berlangsung hingga hari ketujuh, Senin (6/7/2026).

Proses pemadaman terus dilakukan, namun asap masih menyelimuti permukiman di sekitar TPA. Puluhan warga terdampak memilih bertahan di posko pengungsian.

>>> Zelensky Peringatkan Rusia Siapkan Serangan Besar Baru ke Ukraina

Pantauan di lokasi pada Senin siang menunjukkan kepulan asap masih membumbung dari sejumlah titik timbunan sampah dan terbawa angin ke arah barat.

Petugas gabungan memadamkan api melalui jalur darat dengan personel pemadam kebakaran dan Manggala Agni. Tiga unit helikopter water bombing dari BNPB dikerahkan untuk penyiraman dari udara.

Di posko pengungsian, sebanyak 28 warga tercatat masih mengungsi di Kantor Desa Tanjakan Mekar per Senin siang. Jumlah itu bisa berubah tergantung kondisi asap.

Salah seorang pengungsi, Qipi, mengaku sudah mengungsi selama tujuh hari. Ia menyebut bantuan logistik dan kasur tercukupi.

Kepala Desa Tanjakan Mekar, Uti, mengatakan mayoritas pengungsi adalah anak-anak dan lansia dari kawasan paling terdampak asap.

>>> KB Bank Buka Suara soal Isu PHK Ratusan Karyawan

"Kalau untuk hari yang ketujuh, sekitar 20 orang lebih. Asap TPA itu mengandung racun, ya memang untuk kesehari-harian itu udah terdampak betul," kata Uti.

Meski sebelumnya banyak warga mengalami ISPA, Uti memastikan kondisi kesehatan pengungsi terus dipantau dan berangsur membaik. Dokter dan Puskesmas Rajeg rutin memeriksa warga yang mengungsi.

Logistik di posko disebut masih mencukupi. Bantuan datang dari Dinas Sosial Kabupaten, Kementerian Sosial, PDAM, Bupati, hingga Provinsi.

Kebakaran TPA Jatiwaringin terjadi sejak Selasa (30/6) dan diduga dipicu suhu panas ekstrem yang memicu gas metana di timbunan sampah.

>>> Harga Galaxy Z Flip 8, Z Fold 8, dan Z Fold 8 Ultra Bocor untuk Korea

Petugas gabungan masih berupaya memadamkan sisa titik api.