Gubernur Bali Wayan Koster membantah tudingan bahwa dirinya menolak program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto.

Koster menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi Bali justru mendukung penuh kebijakan strategis nasional tersebut.

>>> Said Iqbal Kesulitan Temui Menkeu Purbaya Bahas Pajak JHT

Pernyataan itu disampaikan Koster untuk meluruskan informasi yang beredar di media sosial. Ia berharap masyarakat mendapat pemahaman yang benar mengenai komitmennya terhadap program prioritas pusat.

"Kami mengajak semua komponen masyarakat Bali termasuk media sosial agar mengedepankan informasi yang akurat, objektif, dan bertanggung jawab," ujar Koster dalam keterangan tertulis, Senin (6/7).

Lahan 7,1 Hektare untuk SPPG

Sebagai bentuk dukungan nyata, Pemprov Bali menyiapkan lahan seluas 7,1 hektare untuk pembangunan fasilitas Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di sejumlah kabupaten/kota.

Usulan penyediaan lahan itu telah disampaikan kepada Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) pada 20 Mei 2025.

Selain MBG, Pemprov Bali juga menyediakan lahan lebih dari 2 hektare untuk pembangunan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih.

>>> Piala Presiden 2026 Digelar 25 Juli, Undang 3 Klub ASEAN

Lahan seluas 5,67 hektare disiapkan untuk pembangunan sekolah rakyat di Desa Tulamben, Kecamatan Kubu, Kabupaten Karangasem.

Koster menyebut pembangunan sekolah rakyat hampir selesai dan persiapan penerimaan siswa baru sudah dilakukan.

Ia menegaskan sejak awal telah menginstruksikan Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Bali beserta kepala perangkat daerah untuk berkoordinasi dengan pemerintah pusat dan daerah dalam pelaksanaan program MBG, Kopdes Merah Putih, dan sekolah rakyat.

Gubernur Koster mengaku memahami tatanan bernegara dan penyelenggaraan pemerintahan.

>>> China Uji Tembak Rudal dari Kapal Selam Nuklir di Samudra Pasifik

Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah dan kepala daerah wajib melaksanakan kebijakan strategis pemerintah pusat yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto.