Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti mengungkapkan bahwa rencana pelibatan kantin sekolah dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG) masih dalam tahap pembahasan mendalam.

Pemerintah belum mengambil keputusan final terkait peran kantin sekolah maupun skema distribusi lainnya.

>>> Generasi Muda Amerika Makin Kritis terhadap Israel, Netanyahu Prihatin

Abdul Mu’ti menjelaskan, pemerintah saat ini sedang menyusun mekanisme pelaksanaan Program MBG bersama Badan Gizi Nasional (BGN) agar program berjalan optimal dan tepat sasaran.

"Jadi belum ada keputusan soal bagaimana nanti kantin dan berbagai pelayanan lainnya.

Agar MBG berjalan dengan baik, tentu semua harus melalui pengkajian yang mendalam," kata Abdul Mu’ti di Yogyakarta, Minggu (5/7/2026).

Menurutnya, salah satu hal yang sudah disepakati dalam rapat tingkat menteri adalah sasaran penerima manfaat.

Program MBG tidak akan diberikan kepada seluruh siswa, melainkan difokuskan pada anak yang benar-benar membutuhkan.

"Yang sudah diputuskan dalam rapat tingkat menteri adalah penerima MBG ini nanti tidak untuk semuanya, tetapi hanya untuk yang memerlukan," ujarnya.

>>> Ramalan Zodiak 6 Juli: Aries Disarankan Santai, Gemini Kejar Peluang

Abdul Mu’ti menegaskan bahwa mekanisme penyaluran bantuan masih terus disusun agar tepat sasaran. Kebijakan teknis menjadi kewenangan BGN, sementara Kemendikdasmen berperan memberikan masukan.

Tujuan utama Program MBG adalah mendukung pembentukan generasi sehat dan bebas stunting, sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto.

Oleh karena itu, penyaluran program harus benar-benar menyasar kelompok yang paling membutuhkan.

Selain pemenuhan gizi, MBG juga diintegrasikan dengan penguatan pendidikan karakter siswa. Program ini menjadi bagian dari tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, khususnya dalam pembiasaan makan sehat dan bergizi.

"Kami sudah menerbitkan berbagai panduan mengenai bagaimana pendidikan karakter terintegrasi dengan MBG," tambah Abdul Mu’ti.

>>> Bournemouth Tolak Minat Manchester United pada Rayan

Kemendikdasmen terus berkoordinasi dengan BGN dan menunggu kebijakan teknis lanjutan untuk pelaksanaan program di lapangan.