Israel mulai khawatir dengan perubahan sikap generasi muda Amerika Serikat. Dukungan terhadap Tel Aviv di kalangan anak muda Washington dinilai semakin menurun.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyebut tren ini sebagai tantangan serius bagi hubungan jangka panjang kedua negara. "Saya khawatir dengan tren yang saya lihat," ujarnya, Senin (6/7).

>>> Ramalan Zodiak 6 Juli: Aries Disarankan Santai, Gemini Kejar Peluang

Menurut Netanyahu, perubahan opini publik itu tidak lepas dari masifnya penyebaran informasi di media sosial.

Ia menuding ada negara yang memanfaatkan platform digital untuk membangun sentimen anti-Amerika dan anti-Israel.

Ia juga menyebut keberadaan jaringan bot farm yang secara sistematis menyebarkan narasi negatif.

"Mereka memiliki bot farm yang mendorong konten melawan Amerika dan Israel, dan fokus pada anak muda," katanya.

Keterbatasan Demokrasi dalam Perang Informasi

Netanyahu mengakui negara demokrasi memiliki keterbatasan dalam menghadapi perang informasi. "Kami tidak bisa melawan perang bot dengan cara yang sama.

>>> Bournemouth Tolak Minat Manchester United pada Rayan

Kami harus bertanggung jawab dan transparan. Itu tidak mudah," ujarnya.

Ia juga melihat hubungan antara meningkatnya penggunaan media sosial tertentu dengan menurunnya rasa patriotisme dan dukungan terhadap Israel.

Netanyahu menyoroti sentimen anti-Israel di sebagian kalangan politik AS, baik di Partai Demokrat maupun kelompok yang disebutnya "woke right".

"Saya prihatin dengan unsur anti-Israel di Partai Demokrat dan kelompok woke right. Saya berharap Amerika mengubah arah," katanya.

>>> Presiden Prabowo Resmikan Biodiesel B50 pada 9 Juli 2026

Meski demikian, Netanyahu tetap optimistis hubungan strategis Israel-AS akan bertahan. Menurutnya, kerja sama kedua negara didasarkan pada nilai-nilai bersama yang telah lama menjadi fondasi.