Israel menarik pasukan militer Brigade Givati dari Lebanon selatan setelah menduduki wilayah itu selama delapan bulan.

Meski demikian, pasukan Israel lainnya masih menduduki sejumlah wilayah di Lebanon selatan dan terus melakukan serangan.

>>> Babak I Indonesia vs Malaysia U-17 Imbang Tanpa Gol, Satu Tembakan Kena Tiang

Otoritas Lebanon melaporkan serangan Israel telah menewaskan 4.298 orang sejak Oktober 2023.

Penarikan dan Penempatan Ulang

Militer Israel (IDF) menyatakan brigade tersebut mengakhiri misi tempurnya dalam upacara di Kamp Filon, Israel utara, yang dihadiri Kepala Komando Utara, Mayor Jenderal Rafi Milo.

Brigade itu awalnya melakukan operasi pertahanan perbatasan sebelum melancarkan serangan darat di Khiam, Bint Jbeil, dan daerah di utara Sungai Litani.

IDF mengklaim brigade tersebut menghancurkan ratusan situs Hizbullah, menewaskan ratusan kombatan, dan menyita lebih dari 1.000 senjata.

>>> Transmart Full Day Sale Besok: Diskon 50%+20% Seharian

Militer tidak memberikan alasan resmi pengakhiran penempatan tersebut.

Media Israel Haaretz melaporkan langkah itu merupakan bagian dari penempatan ulang pasukan yang lebih luas dan penarikan sebagian dari desa-desa yang ditentukan.

Penarikan itu berdasarkan pengaturan lapangan terkait perjanjian dengan Lebanon yang dimediasi AS pekan lalu.

>>> Sosok Irjen Wibowo, Kakorlantas Polri yang Baru Dilantik Kapolri

Sementara itu, Yedioth Ahronoth menyebut langkah tersebut mencerminkan tekanan politik dan operasional serta bertujuan mengkonsolidasikan zona penyangga, bukan mengakhiri kehadiran militer Israel di Lebanon selatan.