Israel mulai menyiapkan rencana pembunuhan terhadap para negosiator Iran untuk merusak proses negosiasi antara Teheran dan Amerika Serikat.

Media AS The New York Post melaporkan bahwa pejabat anonim Gedung Putih meyakini rencana tersebut sudah disiapkan dengan matang.

>>> Yamal usai Spanyol Gilas Austria: Piala Dunia Baru Dimulai Sekarang

Target utama adalah pemimpin delegasi negosiasi, Ketua Parlemen Mohammad Bagher Ghalibaf dan Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi.

Membunuh pemimpin senior Iran telah menjadi bagian dari taktik Israel sejak awal perang. Namun, kekhawatiran Amerika meningkat tajam selama negosiasi gencatan senjata yang rumit sejak April.

Pejabat AS mengatakan bahwa Amerika bahkan meminta negara-negara lain di kawasan untuk memperingatkan Iran soal rencana Israel tersebut.

Para pejabat AS mengakui kepada The New York Times bahwa Araghchi dan Ghalibaf bisa menjadi target Israel yang berniat menggulingkan pemerintahan garis keras Iran.

Namun, setelah negosiasi dimulai pada April, setiap upaya pembunuhan akan mengakhiri pembicaraan dan menyulut kembali pertempuran.

>>> KPK Akan Dalami Pengakuan Raja Juli Terima Amplop dari Bupati Kuansing

Perundingan AS dan Iran belum final. Negosiasi tahap teknis akan digelar pada pertengahan Juli.

Sumber di Pakistan, negara mediator, mengatakan negosiasi kemungkinan digelar minggu ketiga Juli untuk mempercepat implementasi Nota Kesepahaman Islamabad.

Pembicaraan akan fokus pada situasi di Lebanon dan Selat Hormuz.

"Para mediator Pakistan dan Qatar terus berhubungan dengan kedua belah pihak untuk melanjutkan pembicaraan langsung," kata salah satu sumber, dikutip Anadolu Agency, Jumat (3/7).

>>> Danantara Terima Laporan Dugaan Rekayasa Keuangan PT Pos Indonesia

Sumber itu menambahkan bahwa AS siap kembali berdialog dan Iran sudah memberikan respons positif.