Mantan presiden PlayStation Studios, Shuhei Yoshida, memberikan tanggapan jujur terhadap perangkat Steam Machine buatan Valve.

Ia menyebut konsol PC tersebut sulit direkomendasikan karena harga premium dan performa yang kurang memuaskan.

>>> Parasit Mikroskopis di Balik Wabah Diare 'Eksplosif' di AS

Yoshida membeli sendiri perangkat tersebut dan membagikan kesan pertamanya melalui akun X. Ia memberikan penilaian berimbang setelah menghabiskan waktu menggunakan Steam Machine.

Steam Machine adalah upaya terbaru Valve untuk menghadirkan fleksibilitas PC gaming dalam bentuk konsol ruang keluarga.

Perangkat ini ditenagai prosesor AMD Zen 4 kustom dengan grafis RDNA 3, dirancang untuk menjalankan sebagian besar pustaka Steam menggunakan SteamOS.

Namun, harga peluncuran 1.049 dolar AS memicu perdebatan. Angka tersebut lebih mahal dari PlayStation 5 Pro milik Sony.

Perangkat ini pun cepat habis terjual di toko Valve, sehingga harga jual kembali di pasar sekunder melonjak.

Yoshida Pertanyakan Nilai Steam Machine

Dalam kesan yang dibagikan di X, Yoshida mengatakan Steam Machine sulit direkomendasikan kepada orang lain, kecuali mereka yang tertarik meneliti atau bereksperimen dengan perangkat keras baru.

Ia menyoroti harga tinggi dan menyebut performa grafisnya “biasa saja.”

Salah satu kritik terbesarnya adalah resolusi layar.

Yoshida mencatat bahwa sistem merekomendasikan 1080p sebagai resolusi bawaan di banyak game, bukan pengalaman 4K seperti yang diiklankan.

>>> Sepeda Lipat 20 Inch untuk Usia Berapa? Ini Panduan Tinggi Badan dan Rekomendasi

Setelah peluncuran, Valve memperbarui halaman produk resmi Steam Machine untuk menjelaskan bahwa output 4K mungkin dapat dicapai di beberapa game yang didukung menggunakan teknologi upscaling AMD FidelityFX Super Resolution (FSR), bukan rendering asli.