Pemerintah kembali menunda pemberian insentif mobil listrik. Semula dijadwalkan berlaku Juni, lalu diundur ke Juli, dan kini kabarnya mundur lagi ke Agustus.

Menanggapi hal tersebut, Hyundai Motors Indonesia (HMID) memilih bersabar dan menunggu keputusan resmi dari pemerintah.

>>> Haaland Samai Gol Mbappe dan Messi, Persaingan Top Skor Piala Dunia 2026 Makin Panas

Chief Operating Officer HMID Fransiscus Soerjopranoto mengatakan pihaknya akan mengikuti seluruh regulasi yang ditetapkan pemerintah.

"Kami hanya nunggu aturan dari pemerintah.

Karena kalau kita ingin berjualan otomotif di Indonesia ada dua faktor, yaitu customer dan regulasi," ujar Frans di Jakarta, Kamis (2/7).

Ia menegaskan Hyundai tidak mempermasalahkan bila aturan tersebut belum terbit. Perusahaan akan tetap mengikuti kebijakan yang berlaku tanpa komplain.

Frans berharap pemerintah dapat menghadirkan kebijakan yang mendukung pengembangan kendaraan ramah lingkungan, baik untuk mesin konvensional maupun teknologi baru.

>>> Kartu Merah Balogun Dicabut, Trump Desak FIFA

Saat ditanya dampak penundaan insentif, ia menilai pasar otomotif nasional tahun ini kemungkinan masih bergerak di level yang sama dibanding tahun lalu.

Meski demikian, ia berharap ada dorongan penjualan pada paruh kedua tahun ini, termasuk melalui ajang Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026 yang dimulai akhir Juli.

Sementara itu, Kementerian Perindustrian yang membina sektor otomotif telah angkat bicara.

Juru Bicara Kemenperin Febri Hendri Antoni Arif meminta agar industri dan konsumen segera diberi kepastian mengenai insentif EV.

Menurutnya, kondisi ini dapat menahan keputusan masyarakat dan berpotensi memberi tekanan terhadap kinerja industri otomotif.

>>> 7 Cara Mengajari Anak Mengenali Emosi agar Tidak Mudah Tantrum

"Kami mohon agar pengambil kebijakan di kementerian/lembaga lain segera memberikan kepastian terkait insentif tersebut," ujar Febri melansir Antara, Rabu (1/7).