Changan Indonesia menyarankan konsumen untuk tidak terlalu berharap pada insentif kendaraan listrik (EV) yang dijanjikan pemerintah. Imbauan ini disampaikan setelah perusahaan memantau perkembangan kebijakan dari pemberitaan nasional.

Ketidakpastian penerapan regulasi disebut dapat memengaruhi keputusan pembelian. Namun, CEO Changan Indonesia Setiawan Surya menegaskan bahwa kebutuhan tetap menjadi faktor utama.

>>> Jadwal Tayang Anime Reborn as a Space Mercenary dan Rangkaian Berita Anime 5-6 Juli 2026

"Pasti ada pengaruh, tapi balik lagi ke kebutuhan. Kalau orang butuh ya gak nunggu lagi.

Pasti beli juga," ujarnya, Selasa (30/6).

Setiawan menambahkan bahwa banyak masyarakat masih menunggu kepastian insentif sebelum membeli mobil listrik. Namun, ia menilai konsumen sebaiknya tidak lagi menggantungkan keputusan pada kebijakan yang belum jelas.

"Karena mungkin sekarang orang nunggu insentif ada apa enggak, mundur-maju tapi kan udah ada statement di luar bahwa rasanya kan gak ada.

Ini juga saya baca dari berita, maka harusnya konsumen mulai mikir ya jangan terlalu berharap dengan insentif," kata Setiawan.

>>> Saat Paris Membeku: Kisah Kota Bertahan di Suhu –24°C

Rencana insentif EV awalnya dijadwalkan berlaku Juni, lalu ditunda ke Juli, dan kini kabarnya diundur ke Agustus. Pemerintah saat ini justru fokus pada persiapan program mobil nasional.

Kementerian Perindustrian yang membina produsen otomotif telah angkat bicara. Juru Bicara Kemenperin Febri Hendri Antoni Arif menyebut industri dan konsumen butuh kepastian mengenai kelanjutan insentif EV.

"Terkait dengan itu, kami meminta agar industri dan konsumen produk otomotif segera diberi kepastian," kata Febri melansir Antara, Rabu (1/7).

Menurutnya, kondisi ini dapat menahan keputusan masyarakat dan berpotensi menekan kinerja industri otomotif.

>>> Indiana Fever Hadapi Las Vegas Aces Tanpa Clark dan Wilson

"Jadi kami mohon agar segera pengambil kebijakan di kementerian/lembaga lain agar segera memberikan kepastian terkait dengan insentif tersebut," ujar Febri.