Teriakan Dendam Warga Iran di Pemakaman Khamenei: Matilah Amerika!
Seorang penyair yang tampil dalam upacara pemakaman Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei menyindir Presiden AS Donald Trump melalui sebuah puisi.
Puisi itu dibacakan di hadapan lautan massa yang berkumpul di Teheran pada Minggu (5/7). Rangkaian pemakaman puncaknya digelar Kamis (9/7) pekan depan.
>>> Persija Lepas 6 Pemain ke TC Timnas Indonesia Jelang Piala AFF
Dilansir Al Jazeera, sang penyair membacakan puisi bernada keras yang mengkritik Trump. Massa kemudian merespons dengan meneriakkan slogan-slogan yang mengecam Amerika Serikat dan Israel.
Tanda-tanda kemarahan atas kematian Khamenei mulai terlihat pada hari kedua prosesi pemakaman.
Media pemerintah Iran menayangkan wawancara dengan seorang politikus yang mengatakan bahwa "slogan utama" para pelayat adalah "seruan untuk menuntut balas darah."
Di pusat Teheran, tempat jenazah Ali Khamenei dan empat anggota keluarganya yang ikut tewas disemayamkan, orang-orang terus berdatangan untuk memberikan penghormatan.
Emosi masyarakat masih sangat tinggi.
>>> Trump Pamer Tanda Tangan di Uang Kertas Baru US$100
Mereka meneriakkan slogan-slogan anti-Amerika, termasuk "Mati untuk Amerika" dan "Mati untuk Israel". Ketika jurnalis Al Jazeera mewawancarai beberapa orang, mereka mengatakan bahwa pembunuhan Khamenei harus dibalas.
Proses menyalatkan jenazah Ali Khamenei juga berlangsung hari ini. Tiga putra Khamenei yakni Masoud, Meysam, dan Mostafa, turut menghadiri salat jenazah sang ayah.
Mojtaba Khamenei tidak menghadiri upacara tersebut karena alasan keamanan di tengah ancaman Israel untuk membunuhnya.
Komandan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Ahmad Vahidi turut hadir saat momen salat jenazah.
Kantor berita IRNA melaporkan bahwa Ayatollah Jafar Sobhani, salah satu tokoh agama paling senior di Iran, memimpin salat jenazah mendiang Ali Khamenei.
>>> Joe Jonas Ceritakan Momen Canggung dengan Fans Saat Kencan
Selain keluarga, beberapa pejabat yang hadir antara lain Presiden Masoud Pezeshkian, Ketua Majelis Permusyawaratan Mohammad Bagher Ghalibaf, Kepala Kehakiman Gholamhossein Mohseni Ejei, serta Komandan Pasukan Quds IRGC Esmail Qaani.
Update Terbaru
Christian Lundgaard Raih Pole Mid-Ohio, Arrow McLaren Kuasai Baris Depan
Senin / 06-07-2026, 01:17 WIB
Alat Stimulasi Saraf Vagus Redakan Depresi Berat, Temuan Studi
Senin / 06-07-2026, 01:15 WIB
FIFA Cabut Larangan Kartu Merah Folarin Balogun Sebelum Laga Belgia
Senin / 06-07-2026, 01:15 WIB
PBB dan 22 Jaksa Agung Negara Bagian AS Desak Investigasi Kematian di Tahanan ICE
Senin / 06-07-2026, 01:14 WIB
Stewart Cink Pimpin Klasemen Final U.S. Senior Open 2026
Senin / 06-07-2026, 01:14 WIB
Trailer Utama Black Clover Season 2 dan Lagu Tema oleh WANIMA Dirilis
Senin / 06-07-2026, 01:14 WIB
Ubisoft Konfirmasi 'Rayman Legends Retold' Launch Edition Hanya Tersedia Satu Hari
Senin / 06-07-2026, 01:14 WIB
Anime Fate Rewinder Dikonfirmasi Tayang April 2027, Rie Matsumoto Jadi Sutradara
Senin / 06-07-2026, 01:14 WIB
Putin dan Trump Bicara Hampir 90 Menit di Hari Kemerdekaan AS
Senin / 06-07-2026, 01:13 WIB
Suikoden: The Anime Tayang Oktober 2026, Trailer dan Pengisi Suara Baru Dirilis
Senin / 06-07-2026, 01:13 WIB
Magic Knight Rayearth Rilis Trailer Baru, Tayang 7 Oktober 2026
Senin / 06-07-2026, 01:12 WIB
Navy Hentikan Pencarian Pelaut Hilang di Laut Arab
Senin / 06-07-2026, 01:08 WIB
Mengapa Kita Mengabaikan Makanan yang Kata Ahli Perlu Lebih Banyak Dikonsumsi?
Senin / 06-07-2026, 01:07 WIB
Pangeran Harry ke London Sendirian, Reuni Raja Charles dan Cucu Molor
Senin / 06-07-2026, 01:07 WIB







