Wakil Ketua Dewan Keamanan Rusia, Dmitry Medvedev, mengaku memiliki informasi bahwa Iran masih memiliki senjata cadangan.

Pernyataan itu disampaikan Medvedev saat berada di Teheran untuk menghadiri pemakaman mantan pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei.

>>> Prediksi Meksiko vs Inggris di Babak 16 Besar Piala Dunia 2026

Medvedev menuturkan senjata cadangan Iran itu terletak di Bab Al Mandab, selat yang menghubungkan Teluk Aden ke Laut Merah dan Terusan Suez.

Sebelumnya, ia juga menyebut Selat Hormuz sebagai aset strategis Iran yang setara dengan senjata nuklir.

Peringatan Gangguan Pengiriman

Medvedev mewanti-wanti bahwa pengiriman melalui titik rawan maritim utama tersebut dapat terganggu jika terjadi konflik regional yang lebih luas.

"Saya harap hal itu tidak terjadi, tetapi semua negara yang menginginkan konflik di kawasan ini harus mengingat hal ini," kata Medvedev.

>>> Video Promo Kelima The Ghost in the Shell Anime Ungkap Lagu Pembuka King Gnu

Kelompok pemberontak Houthi yang bersekutu dengan Iran di Yaman sebelumnya mengancam akan menutup Bab Al Mandab dan pada 8 Juni menyatakan larangan terhadap kapal-kapal Israel di Laut Merah.

Selat Bab Al Mandab merupakan jalur maritim sepanjang 32 kilometer yang menjadi satu-satunya titik masuk ke Laut Merah dari Samudra Hindia.

Sekitar 12 persen perdagangan minyak global melintasi selat ini pada paruh pertama 2023. Pada 2025, rata-rata sekitar 4,2 juta barel minyak dunia melalui selat ini per hari.

Gangguan apa pun di Selat Bab Al Mandab dapat memutus rantai penting perdagangan antara Eropa dan Asia.

>>> Badai Dahsyat dan Banjir Bandang Landa Pinggiran Chicago

Kapal harus memutar mengelilingi Afrika jika terjadi disrupsi, sehingga waktu pengiriman bisa molor 10-14 hari.