Trump Kaget Jutaan WN Iran Layat Khamenei: Saya Pikir Orang Benci Dia
Presiden Donald Trump mengaku "terkejut" melihat jutaan pelayat menghadiri pemakaman Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei yang tewas dalam serangan Amerika Serikat-Israel pada Februari lalu.
Dalam wawancara dengan Axios pada Sabtu (4/7), Trump mengaku kaget karena masih banyak warga Iran yang mendukung Khamenei.
>>> 9 Ciri-Ciri Orang Perfeksionis yang Kerap Tak Disadari
Ia selama ini beranggapan Khamenei tidak lagi mendapat dukungan luas dari rakyat Iran.
"Saya terkejut. Saya pikir orang-orang membencinya (Khamenei)," kata Trump.
Tanda-tanda kemarahan atas kematian Khamenei sudah terlihat pada hari pertama prosesi pemakaman pada Sabtu.
Media pemerintah Iran menayangkan wawancara dengan seorang politikus yang mengatakan bahwa "slogan utama" para pelayat adalah "seruan untuk menuntut balas darah."
Di pusat ibu kota Teheran, tempat jenazah Ali Khamenei dan empat anggota keluarganya yang ikut tewas disemayamkan, puluhan ribu orang terus berdatangan untuk memberikan penghormatan.
Banyak orang menangis sambil melihat peti jenazah Khamenei dari kejauhan.
>>> Hasil AVC U-18 2026: Indonesia Kalah dari Thailand
Emosi masyarakat masih sangat tinggi. Mereka meneriakkan slogan-slogan anti-Amerika, termasuk "Mati untuk Amerika" dan "Mati untuk Israel."
Ketika jurnalis Al Jazeera mewawancarai beberapa orang, mereka mengatakan bahwa pembunuhan Khamenei harus dibalas.
Namun, Trump mengolok-olok momen duka warga Iran itu dengan menganggap mungkin saja itu sandiwara.
"Mungkin itu air mata palsu," ujarnya setelah melihat cuplikan berita para pelayat menangis dalam prosesi pemakaman.
Dalam wawancara dengan Axios, Trump bahkan mengancam bahwa AS bisa menghabisi rezim Iran dengan satu serangan ke lokasi pemakaman Khamenei.
Sebab, berbagai pejabat tinggi hingga tiga anak Khamenei terlihat hadir dalam prosesi salat jenazah hari ini kecuali Mojtaba Khamenei yang kini menggantikan posisi sang ayah sebagai Pemimpin Tertinggi Iran.
>>> Anggota Brimob dan TNI AL Diduga Selundupkan Narkotika di Bakauheni
Salah satu alasan Mojtaba Khamenei tidak hadir dalam pemakaman sang ayah adalah faktor keamanan. Ia terus menjadi target Israel-AS setelah menggantikan posisi sang ayah.
Update Terbaru
Christian Lundgaard Raih Pole Mid-Ohio, Arrow McLaren Kuasai Baris Depan
Senin / 06-07-2026, 01:17 WIB
Alat Stimulasi Saraf Vagus Redakan Depresi Berat, Temuan Studi
Senin / 06-07-2026, 01:15 WIB
FIFA Cabut Larangan Kartu Merah Folarin Balogun Sebelum Laga Belgia
Senin / 06-07-2026, 01:15 WIB
PBB dan 22 Jaksa Agung Negara Bagian AS Desak Investigasi Kematian di Tahanan ICE
Senin / 06-07-2026, 01:14 WIB
Stewart Cink Pimpin Klasemen Final U.S. Senior Open 2026
Senin / 06-07-2026, 01:14 WIB
Trailer Utama Black Clover Season 2 dan Lagu Tema oleh WANIMA Dirilis
Senin / 06-07-2026, 01:14 WIB
Ubisoft Konfirmasi 'Rayman Legends Retold' Launch Edition Hanya Tersedia Satu Hari
Senin / 06-07-2026, 01:14 WIB
Anime Fate Rewinder Dikonfirmasi Tayang April 2027, Rie Matsumoto Jadi Sutradara
Senin / 06-07-2026, 01:14 WIB
Putin dan Trump Bicara Hampir 90 Menit di Hari Kemerdekaan AS
Senin / 06-07-2026, 01:13 WIB
Suikoden: The Anime Tayang Oktober 2026, Trailer dan Pengisi Suara Baru Dirilis
Senin / 06-07-2026, 01:13 WIB
Magic Knight Rayearth Rilis Trailer Baru, Tayang 7 Oktober 2026
Senin / 06-07-2026, 01:12 WIB
Navy Hentikan Pencarian Pelaut Hilang di Laut Arab
Senin / 06-07-2026, 01:08 WIB
Mengapa Kita Mengabaikan Makanan yang Kata Ahli Perlu Lebih Banyak Dikonsumsi?
Senin / 06-07-2026, 01:07 WIB
Pangeran Harry ke London Sendirian, Reuni Raja Charles dan Cucu Molor
Senin / 06-07-2026, 01:07 WIB







